Ujian Naik Kelas Inzaghi di Laga Inter vs Madrid 

Rabu, 15 September 2021 - 08:55:21 WIB

CELOTEH RIAU---Simone Inzaghi sedang naik kelas. 'Darahnya' murni Lazio, namun kini harus menangani Inter Milan yang lebih punya gen Eropa.

Karena itu duel Inter Milan lawan Real Madrid di Liga Champions jadi ujian sesungguhnya bagi Simone Inzaghi naik kelas dari pelatih kelas menengah menuju level pelatih top Eropa.

Bersama Lazio di Liga Champions Eropa 2020/2021, racikan Inzaghi tidak mentereng. Dari delapan pertandingan, tim 'Romawi' Italia ini 2 kali menang dan 2 kali kalah, sisanya seri. Lazio pun disingkirkan Bayern Munchen pada babak 16 besar.

Pada saat yang sama, Inter yang saat itu diasuh Antonio Conte tak lolos dari persaingan Grup B. Inter jadi juru kunci karena cuma mampu menang sekali.

Berbekal label juara Liga Italia musim lalu, musim ini diharapkan menjadi momen kebangkitan Inter dan juga Inzaghi.

Musim ini Inter tergabung di Grup D bersama Real Madrid, Shakhtar Donetsk, dan Sheriff Tiraspol. Melihat para lawan, juara Liga Italia musim 2020/2021 ini layak lolos dari fase grup. Sebagai pembuka, Inzaghi perlu melumat Madrid.

Duel Inter vs Madrid akan tersaji di Stadion Giuseppe Meazza, Milan pada Rabu (15/9) malam waktu Italia atau Kamis (16/9) dini hari WIB.

Pada pertandingan krusial itu, kualitas racikan adik kandung Filippo Inzaghi akan dites. Reputasinya dipertaruhkan.

Jika berkaca dari sejarah, Inter tak pantas berkecil hati dengan Madrid. Dari 11 pertemuan kedua tim saling berbagi kemenangan lima kali dan satu laga berakhir imbang.


Sedangkan ketika tampil di kandang sendiri, Inter hanya satu kali kalah yang terjadi pada musim lalu. Kendati demikian, saat ini Madrid pun bukan tim yang terlihat menakutkan.

Meskipun masih ada nama-nama besar seperti Karim Benzema, Toni Kroos, Luca Modric, Gareth Bale, dan Marcelo, semua pemain gaek. Madrid bukan lagi tim bertabur bintang dengan sebutan Los Galacticos.

Kualitas skuad Inter, kurang lebih, hampir sama dengan Madrid. Mereka punya Edin Dzeko dan Lautaro Martinez di lini depan, Ivan Perisic, Hakan Calhanoglu, dan Arturo Vidal di lini tengah. Di sektor belakang Nerazzurri memiliki Aleksandar Kolarov dan Stefan de Vrij.

Bersama Inzaghi, sejauh ini Inter tak terkalahkan dalam tiga laga resmi, rinciannya 2 kali menang dan 1 kali imbang di Liga Italia.

Madrid juga dalam kondisi yang sama baiknya dengan Inter. Klub ibu kota itu 3 kali menang di Liga Spanyol dan 1 kali imbang.

Satu hal yang bisa dieksploitasi Inzaghi dari Madrid adalah lini pertahanan. Dalam empat pertandingan terakhir, gawang Thibaut Courtois sudah kebobolan enam kali, dan yang membobol adalah tim-tim guram La Liga.

Lautaro Martinez bisa dijadikan senjata oleh Inzaghi. Striker asal Argentina ini sedang dalam performa terbaik. Ia sudah melesakkan dua gol di Liga Italia 2021/2022 dan menyumbang empat gol untuk timnas selama 2021.

Dibanding Carlo Ancelotti, Simone Inzaghi bukan siapa-siapa. Don Carlo, sapaan Ancelotti kaya prestasi bersama klub Italia, Inggris, Jerman, dan Spanyol. Sebaliknya Inzaghi baru punya gelar Coppa Italia dan Piala Super Italia.

Jam terbang Ancelotti pun jauh lebih tinggi. Saat ini usianya sudah 62 dan malang-melintang di sejumlah negara. Sebagai pemain timnas Italia, karier mantan pelatih Everton ini pun jauh lebih gemilang, yakni melakoni 26 caps.

Dari segi taktik Ancelotti identik dengan formasi pohon cemara: 4-3-2-1. Walau beberapa kali menerapkan formasi lain, taktik andalannya adalah sabar bertahan. Dalam hal ini selalu ada sosok deep-lying playmaker di dalam tim.

Madrid sendiri dipastikan tidak diperkuat lima pemain yang absen saat dijamu Inter. Kelima pemain yang absen tersebut adalah Gareth Bale, Toni Kroos, Dani Ceballos, Marcelo, dan Ferland Mendy. Kondisi tersebut jadi kerugian bagi Madrid.

Karakter pelatih yang sudah tiga kali mengantarkan timnya meraih gelar Liga Champions ini berbanding terbalik dengan Inzaghi. Pria 45 tahun ini mulai menjelma jadi pelatih bertangan dingin di pentas Italia.

Proses panjang Inzaghi di Lazio sejak 2010, dari pelatih usia muda, mengubah karakter I Biancoceleste saat promosi pada 2016. Walau berisikan pemain-pemain kelas kedua, ia bisa mengangkat harkat Lazio setara dengan Inter dan Milan.

Dalam lanskap sepak bola Italia, Inzaghi adalah pelatih generasi terakhir yang moncer. Setelah era Giovanni Trapattoni dan Marcello Lippi, ada Fabio Capello dan Carlo Ancelotti, lantas Antonio Conte dan Roberto Mancini.

Di Serie A musim ini, Inzaghi merupakan pelatih kelima termuda. Walau begitu ia yang paling berprestasi. Empat nama lainnya menangani tim-tim guram yang musim ini akan bersaing untuk lepas dari zona degradasi, bukan berburu gelar juara.

Kendati demikian, Inzaghi tak gentar dengan nama besar Ancelotti dan Madrid. Baginya, ini adalah medan pertempuran yang bagus untuk membuktikan bahwa dirinya bisa sejajar dengan para pendahulunya yang bersinar tersebut.

Untuk pertandingan ini Inter tak bisa diperkuat tiga pemain, yakni Stefano Sensi, Alessandro Bastoni, dan Federico Dimarco. Ketiganya mengalami cedera, namun ini bukan sebuah kehilangan besar.

Sebagai generasi yang lebih muda, Inzaghi menanam respek yang besar pada Ancelotti, tetapi pada saat yang sama ia ingin jadi penanda generasi sukses pelatih angkatan 70-an. Kebetulan medan pertempurannya di Giuseppe Meazza.

Sejarah membuktikan, Inter hanya sekali takluk dari Los Blancos, julukan Real Madrid, saat tampil di kandang. Kekalahan itu tercipta pada musim lalu. Karenanya Liga Champions musim ini jadi ajang balas dendam yang tepat bagi Inter Milan.