Bahagianya Parman, Dapat Bantuan Rumah Layak Huni dari Kejati Riau

Bahagianya Parman, Dapat Bantuan Rumah Layak Huni dari Kejati Riau

PEKANBARU - Parman tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Impian pria 62 tahun ini untuk memiliki rumah sendiri akan segera terwujud, berkat bantuan pembangunan dan bedah rumah dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Kepala Kejati Riau Akmal Abbas, langsung meletakkan batu pertama pembangunan rumah untuk Parman di Jalan Tenayan Jaya, Kelurahan Industri Tenayan Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (18/7/2024).

Ikut hadir Wakil Kajati Riau Rini Hartatie, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Riau Dewi Akmal dan jajaran serta para asisten di Kejati Riau.

Bantuan rumah ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-64 yang jatuh pada tanggal 22 Juli 2024. Kegiatan bertajuk Bantuan Riau Peduli Rumah Tinggal Layak Huni atas kerja sama Kejati dan Badan Amil Zakat (Baznas) Riau.

Akmal Abbas mengatakan, Parman merupakan petugas kebersihan yang sudah lama bekerja di Kejati Riau. "Kebetulan dia punya tanah sendiri, maka kami berkolaborasi dengan Baznas untuk melakukan kegiatan ini," ujar Akmal Abbas.

Akmal Abbas menyebut, ada lima rumah yang masuk dalam bantuan dalam rqngka menyambut HBA-64. Empat rumah dibangun dari awal, dan satu rumah dibedah atau diperbaiki.

Akmal Abbas berharap kegiatan serupa tak hanya dilakukan tahun ini, namun juga tahun selanjutnya. Sebelumnya pihaknya juga telah melakukan donor darah, khitanan massal, serta bakti sosial.

"Memang tahun ini sesuai kebijakan pimpinan, Hari Bakti Adhyaksa dilaksanakan sesederhana mungkin. Tidak ada bersifat hura-hura dan langsung menyentuh masyarakat," ucap Akmal.

Sebelumnya, Kejati Riau juga menggelar kegiatan sosial berupa sunatan massal yang diikuti puluhan anak-anak, juga giat donor darah.

Di tempat sama, Parman mengaku sangat bahagia karena akan memiliki rumah sendiri. "Selama ini belum punya rumah," ungkap Parman.

Parman memiliki 6 orang anak. Tiga orang merupakan anak kandung, sedangkan 3 lainnya adalah anak angkat, yang diasuh Parman karena orang tua anak-anak itu meninggal dunia.

"Harapan kami selanjutnya orang lain juga dapat, bukan hanya kami. Sebab masih banyak juga yang belum punya rumah," pungkas Parman.