PEKANBARU - Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso ungkap gagalnya Askar Bertuah meraih poin penuh saat menjamu PSKC Cimahi, di Stadion Kaharuddin Nasution, Selasa (19/11/2024).
Ia mengaku sangat menyayangkan timnya gagal mempertahankan keuggulan 1-0 pada babak pertama. Akan tetapi, pada babak kedua berhasil disamakan oleh PSKC lewat gol penalti.
Dirinya menilai, tak banyak peluang yang tercipta oleh anak asuhnya, baik di babak pertama maupun kedua. Meski ada banyak tembakan yang dilakukan, tapi tidak ada yang menjadi peluang gol.
"Peluang gol memang tidak ada, bahkan di babak kedua pun juga tidak ada peluang. Walaupun banyak shooting tapi tak peluang menjadi gol," ungkap Aji Santoso, Rabu (20/11/2024).
Ia menyebut, penampilan PSPS Pekanbaru saat menghadapi PSKC agak berbeda. Aliran bola anak asuhnya tidak seperti biasa.
Menurutnya, hal itu dikarenakan absennya dua gelandang skuad Askar Bertuah yakni Faris Adit Aulia Ramadhan. Dua pemain PSPS tersebut absen lantaran akumulasi kartu.
"Dengan tidak adanya pemain gelandang kita Faris dan Aulia, memang aliran bola kedepan agak berbeda dari biasanya. Hingga posisi Fava Sheva yang kita paksakan," katanya.
Selain dua pemain itu, dirinya juga memaksakan Jhon Edi Mena dan Omid Popalzay untuk bermain. Ia mengaku tidak ada lagi pemain pengganti di posisi mereka termasuk gelandang.
Padahal dirinya memahami bagaimana kondisi Jhon Edi dan Omid yang belum pulih seratus persen. Bahkan kedua pemain asing itu diakui Aji, tidak ada ikut latihan setelah kalah dari Jakarta.
"Kemudian Jhon memang harus bisa dipahami karena kondisinya yang belum 100 persen. Bahkan dari Jakarta tidak ada latihan sama kali. Kondisi Omid dan Jhon hampir sama, Omid cuma pemanasan dan latihan terpisah," pungkasnya.