Oleh : Yudi Waldi
LAGA pamungkas grup I Pegadaian Liga 2 Indonesia, PSPS kontra Persiraja Banda Aceh di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai Sabtu (11/1/2025) bakal tanpa greget.
Kenapa? Ya, secara kedua tim sudah dipastikan mengantongi tiket lolos ke babak 8 besar. Laskar Lantak Laju Persiraja menjadi pemuncak klasemen akhir grup dengan nilai 30 poin dan Askar Bertuah PSPS diperingkat ketiga dengan 26 poin.
Jadi, kalah atau pun menang tak berpengaruh bagi keduanya yang sudah menggenggam tiket 8 besar. Jika kalah Persiraja tetap menjadi pemuncak, sementara jika menang tim besutan Aji Santoso menggeser posisi PSKC Cimahi di posisi runner up.
Karena itulah, duel Derby Sumatera pada pekan terakhir nanti kedua pelatih dipastikan akan turun dengan pemain pelapis yang belum mendapatkan menit bermain
Pelatih Aji Santoso yang tidak bisa menurunkan Fava Sheva yang terkena hukuman akumulasi kartu diperkirakan akan menurunkan penjaga gawang Erlangga, kemudian lini belakang akan memainkan pemain debutan yang berasal dari skuad PON Riau 2024, Pramudya Dwi Trenady yang diduetkan dengan Douglas Cruz. Di full back kanan ada nama Rian Ramadhan dan full back kiri Ilham Syafri Noer.
Sementara gelandang jangkar akan dipercayakan pada pemain baru Adrianus Dwiki dan Yudhi Pratama. Keduanya di topang Fitra Ridwan, Asir Azis dan Jhon Mena serta didukung Ilham "Foto" Fathoni di depan.
Harus diakui musim ini materi pemain, PSPS Pekanbaru terbilang merata. Siapapun yang absen permainan tim tetap stabil. Karena kualitas individu pemain hampir seimbang.

Rotasi pemain ini dilakukan pelatih, karena setelah laga pamungkas grup ini, kedua tim akan langsung melakukan persiapan berlaga babak 8 besar
Sebaliknya Persiraja Banda Aceh pun diperkirakan akan memaksimalkan pemain mudanya untuk menambah menit bermain.
Sebagaimana diketahui, kompetisi sepak bola kasta kedua di Indonesia, Liga 2, musim 2024-2025 digelar pada 7 September 2024 dan akan berakhir pada -Februari 2025
Liga 2 2024-2025 diikuti 26 tim, dibagi menjadi tiga grup di babak pendahuluan dengan memakai sistem double round robin.
Tiga tim terbaik dari Grup 1 dan 2 serta dua dari Grup 3 lolos ke babak 8 besar, lalu dibagi jadi dua grup dan berasing dengan sistem sama.
Sementara enam tim terbawah dari masing- masing grup, masuk ke babak play-off degradasi, dibagi ke empat grup, sistemnya pun serupa.
Dua tim teratas di grup babak 8 besar Liga 2 2024-2025 lolos ke babak final atau final four, diadu silang memperebutkan tiga tiket promosi ke Liga 1.
Sedangkan pada babak play-off degradasi, dua tim peringkat terbawah dari grup yang berisikan empat tim bakal terdegradasi ke Liga 3.
Untuk dua grup babak play-off degradasi lainnya yang berisi lima tim, ada tiga tim di peringkat terbawah yang harus turun kasta ke Liga 3. ***