PT EPP Sebut Tumpukan Sampah di Pekanbaru Warisan Tahun 2024

PT EPP Sebut Tumpukan Sampah di Pekanbaru Warisan Tahun 2024

PEKANBARU - Perusahaan pengangkut sampah di Kota Pekanbaru, PT Ella Pratama Prakasa (EPP) angkat bicara soal tumpukan sampah yang masih ada hingga kini.

Mereka menyebut, tumpukan sampah yang terjadi saat ini karena warisan dari tahun 2024 lalu. Pasalnya, sejak akhir tahun lalu, sampah sudah menumpuk karena ada kendala di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Akibatnya, tumpukan yang terjadi pada akhir tahun lalu masih ada hingga awal tahun 2025. Kendala yang dimaksud adalah lantaran alat berat yang ada di TPA sempat rusak.

Manajer Umum PT EPP Budi menyebut, sejak 1 Januari 2025 tumpukan sampah pada saat itu luar biasa banyak. Tentunya perlu kerja ekstra untuk menyelesaikan tumpukan tersebut.

Untuk menyelesaikan tumpukan itu, PT EPP mengaku sudah bekerja ekstra dengan menurunkan alat berat di sejumlah titik tumpukan. Mereka mengaku sudah melaksanakan gotong royong pada 4 Januari lalu untuk menyelesaikan tumpukan sampah tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya juga menambah ritasi yang biasanya dua kali kini menjadi tiga kali sehari. Dalam upaya menyelesaikan tumpukan itu, PT EPP menyediakan 31 dump truk kecil, 6 dump truk besar, dan 14 pick-up.

Meski sudah dilakukan pembersihan di titik tumpukan, pihaknya kembali menemukan tumpukan. Bahkan sampai saat ini pihaknya mengaku, belum menyelesaikan seratus persen warisan tumpukan tahun lalu.

"Sampai hari ini seratus persen tumpukan sampah tahun lalu. Namun sudah tidak terlalu banyak lagi sampah yang menumpuk," ujar Budi, Rabu (8/1/2025).

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak DLHK terkait adanya tumpukan-tumpukan sampah yang muncul. Dia tak menampik masih ada tumpukan sampah di beberapa titik yang belum terselesaikan.

"Tapi ini tetap jadi bahan evaluasi kami, Insyaallah akan segera kami atasi dan dalam beberapa hari ini sudah bisa stabil dan kondusif," ungkapnya.

Sementara itu, M Fajri yang juga Perwakilan PT EPP mengatakan, perusahaannya bukanlah perusahaan baru yang bergerak dalam bidang persampahan. Ia menyebut, selain Kota Pekanbaru PT EPP juga menangani sampah di beberapa kota di Indonesia.

"PT EPP beralamat di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dan memang kami perusahaan yang bergerak di bidang persampahan. Kami bergerak mulai dari tahun 2002," kata Fajri.

Ia menyebut, sejak tahun 2002 itu pihaknya sudah bermitra dengan Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, dan Kota Serang. Sementara bekerja sama dengan Kota Pekanbaru, merupakan yang pertama di Sumatera.

"Mudah-mudahan kami bisa bersinergi dan bersama untuk mewujudkan Kota Pekanbaru menjadi kota yang bersih," harapnya.

Karena itu, dia juga meminta waktu untuk menyelesaikan tumpukan yang sudah ada sejak akhir tahun lalu. Pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah sampah di Kota Pekanbaru.

Menurutnya, tumpukan sampah yang saat ini menggunung akan diselesaikan dalam waktu dekat. Selain itu, dalam upaya mengantisipasi tumpukan itu, pihaknya juga menyediakan Transfer Dipo untuk angkutan mandiri di Palas.

"Kita saat ini sudah membuka trans dipo di Palas untuk semua angkutan, termasuk angkutan mandiri. Silahkan para angkutan mandiri membuang sampah di Trans Dipo yang kami sediakan," imbaunya.

Sementara itu, Plt Kepala DLHK Pekanbaru Reza Fahlevi, mengaku juga sudah melakukan evaluasi terkait dengan kinerja PT EPP sendiri. Pihaknya terus berkomunikasi dan berkoordinasi agar sampah terangkut.

"Persoalan sampah ini menjadi tanggungjawab kami, maka berikan kami waktu untuk segera menyelesaikan persoalan sampah yang masih muncul di beberapa titik," ucap Reza.

Pihaknya selaku OPD pengampu juga melakukan pengawasan di lapangan bersama tim. Dirinya juga mengapresiasi warga Pekanbaru yang pro aktif menyampaikan kondisi-kondisi di lapangan.

"Mudah-mudahan persoalan ini bisa diselesaikan oleh PT EPP selaku rekanan yang bertugas di lapangan, dan mereka berkewajiban penuh menyelesaikan kewajiban sesuai dengan kontrak, dan ini akan kita awasi bersama dengan masyarakat Pekanbaru. Mudah-mudahan persoalan ini bisa segera terselesaikan," harapnya.