Meski Defisit, Gubri Tegaskan Percepatan Perbaikan Infrastruktur Harus Digesa

Meski Defisit, Gubri Tegaskan Percepatan Perbaikan Infrastruktur Harus Digesa

PEKANBARU - Meski kondisi anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah mengalami defisit, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan di berbagai daerah harus digesa.

Gubri mengatakan pentingnya penyelesaian proyek-proyek strategis yang mendukung konektivitas dan perekonomian masyarakat. Salah satu fokus utama adalah pembukaan akses Jalan Lintas Pesisir Sinaboi-Dumai, yang akan menghubungkan Kabupaten Rokan Hilir dengan Kota Dumai.

"Kita ingin ada perencanaan yang matang untuk membuka akses Jalan Sinaboi-Dumai. Ini penting untuk menunjang konektivitas di wilayah pesisir Riau, dalam memperlancar arus barang dan orang di wilayah pesisir," kata Wahid.

Kemudian, Gubri juga menargetkan penyelesaian perbaikan Jalan Kuala Kampar di Pelalawan, yang rusak akibat terjangan Ombak Bono. Mengingat kawasan tersebut memiliki potensi wisata besar, infrastruktur yang memadai menjadi kebutuhan mendesak.

"Jalan Kuala Kampar harus segera dituntaskan. Ombak Bono adalah daya tarik wisata kita, jangan sampai akses ke sana justru menyulitkan wisatawan," sebutnya.

Wahid juga menyoroti kondisi jembatan-jembatan mangkrak yang belum terselesaikan di beberapa daerah. Beberapa di antaranya adalah Jembatan Panglima Sampul di Sungai Perumbi, Kepulauan Meranti, serta jembatan di Dumai, Rokan Hilir, Ujung Batu Rohul, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi yang kondisinya memprihatinkan.

"Jembatan yang putus atau mangkrak harus segera diperbaiki agar bisa difungsikan kembali. Termasuk Jembatan Sei Rokan II di Ujung Batu, ini harus dikoordinasikan dengan baik supaya bisa fungsional dan dapat digunakan," ungkap Wahid.

Karena itu, Gubri menegaskan, meski pemerintah sedang mengalami efisiensi anggaran, proyek infrastruktur prioritas tidak boleh terdampak. Program yang berkaitan langsung dengan perekonomian dan mobilitas masyarakat tetap harus berjalan.

"Kami akan mencari solusi jika anggaran kurang, mana yang harus dipotong, mana yang ditunda, dan mana yang harus segera disegerakan. Ini komitmen Pemprov Riau memastikan semua kegiatan prioritas berjalan sesuai yang diharapkan," tutupnya.