PEKANBARU - Baru-baru ini, Barisan Lantang Para Aktivis Indonesia (Balapatisia) melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Kota Pekanbaru. Ada tujuh tuntutan yang mereka sampaikan, salah satunya evaluasi dan revisi kebijakan tarif parkir agar lebih adil dan tidak merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kemudian, mereka juga menolak rencana pemberlakuan parkir gratis di minimarket modern, karena dikhawatirkan akan berdampak negatif pada nasib juru parkir.
Menanggapi itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Nofrizal mengatakan, kebijakan parkir gratis di ritel, swalayan ataupun minimarket di Kota Pekanbaru tidak akan mengurangi PAD, justru dapat meningkatkan PAD.
“Contohnya ni kita punya gerai ritel misalnya 500 gerai. Kemudian satu gerai membayar Rp500 ribu perbulan dikalikan dengan 500 gerai tadi, sudah dapat kita PAD Rp 250 juta perbulan. Kita kalikan 12 bulan, dapat kita PAD dari 500 gerai ini Rp3 Miliar per tahun,” ungkap Nofrizal, Rabu (23/4/2025).
Terkait kekhawatiran terhadap juru parkir, Nofrizal mengungkapkan keberadaan mereka tetap penting untuk menjaga keamanan kendaraan konsumen. Ia menyarankan agar pemilik ritel mempertimbangkan untuk menggaji juru parkir sebagai bagian dari layanan kepada pelanggan.
“Bisa saja pemilik ritel menggaji mereka, kompensasi mungkin dengan adanya parkir gratis. Kalau ada jukir yang jaga, tentunya masyarakat akan merasa nyaman dan aman berbelanja, tanpa khawatir motornya akan dicuri,” tambahnya.
Ia menegaskan, kalau ada ritel yang mulai menerapkan parkir gratis, tentunya masyarakat akan berbondong-bondong belanja ke semua ritel di Kota Pekanbaru.
“Kalau ritel gratis, tentu orang belanja semua ke ritel, tanpa harus mematikan UMKM. Karena ritel ini ada beban biaya pajaknya per bulan, ditambah lagi beban membayar gaji juru parkirnya,” jelasnya.
Kata Nofrizal, jika gaji jukir Rp2 juta sebulan, pengeluaran ritel Rp2,5 juta per bulan. Oleh sebab itu, ritel boleh menaikkan harga satu item barang, misalnya 200 perak, 500 perak atau naikkan seribu.
“Kalau orang berbondong-bondong ke ritel, dengan harga murah, nanti matilah UMKM. Tapi kita naikkan harganya sedikit, misalnya satu papan telor biasanya Rp30 ribu, kita naikkan jadi Rp31 ribu. Jadi parkir gratis seperti inilah yang dimaksud oleh pak wako kita,” katanya.