Memprihatinkan, Infrastruktur Pendukung Stadion Utama Riau Terbengkalai

Memprihatinkan, Infrastruktur Pendukung Stadion Utama Riau Terbengkalai

PEKANBARU - Kawasan Stadion Utama Riau dalam kondisi memprihatinkan. Pasalnya, kawasan venue eks Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 itu tampak terbengkalai dan tak terawat.

Terutama infrastruktur pendukung di sekitar kawasan stadion tersebut, sudah dipenuhi semak. Bahkan jalan di dalam kawasan itu sudah tertutup semak dan tergenang air.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau Erisman Yahya mengatakan, anggaran untuk perawatan infrastruktur pendukung Stadion Utama Riau tidak ada.

"Kalau yang untuk di luar itu, taman-taman, itu kan infrastruktur pendukung. Dan sebagian kan masih sengketa juga. Dan selama kita memang nggak ada anggaran kita untuk biaya perawatan kah namanya, itu tak ada memang," ujar Erisman, Senin (28/4/2025).

Dikatakannya, anggaran yang tersedia hanya untuk kebersihan dan keamanan di dalam stadion. Sementara untuk pemeliharaan infrastruktur pendukung yang berada di luar tidak ada.

"Kalau untuk yang di dalam, untuk kebersihan sama keamanan, kita ada anggaran. Makanya Alhamdulillah lapangan bola yang bolong-bolong rumputnya kita sudah tanam lagi dengan inisiatif kawan-kawan, walaupun sebenarnya tidak ada anggaran juga untuk pemeliharaan rumput itu," katanya.

Dalam upaya pengelolaan dan mendapatkan pendapatan dari venue eks PON tersebut, ia mengaku sudah menyurati juga KONI agar masing-masing bersekretariat di ruangan yang ada di dalam stadion. Sehingga masing-masing Cabang Olahraga (cabor) bisa membayar retribusi.

Selain itu, Dispora Riau juga sudah menawarkan kepada semua pihak untuk swastanisasi Stadion Utama Riau, seperti halnya PSPS yang bekerja sama dalam hal penggunaan Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai.

"Swastanisasi bagus saja, kami kan coba juga menawarkan kepada pihak swasta, klub bola, mau nggak di situ, seperti PSPS itu lah. Ada nggak lagi? Nggak ada yang minat," ucapnya.

Menurutnya, dalam upaya menyelesaikan permasalahan tersebut, perlu duduk semua pihak untuk mendiskusikan secara mendalam.

"Pertama kondisi sudah seperti dan sudah lama. Itu bahkan butuh anggaran miliaran kan untuk merevitalisasi atau renovasi yang sudah lama terbengkalai," pungkasnya.