Kunker ke Rohil, Kapolda Riau dan Gubri Gelar Gerakan Penanaman Pohon

Kunker ke Rohil, Kapolda Riau dan Gubri Gelar Gerakan Penanaman Pohon

ROHIL - Polda Riau menggelar gerakan penanaman pohon di Kantor Bupati Rokan Hilir (Rohil) dalam rangka kunjungan kerja Gubernur Riau, Kapolda Riau, dan Danlanal Dumai, Jumat (9/5/2025). Kegiatan ini mengusung tema "Melindungi Tuah, Menjaga Marwah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kelestarian alam".

Kedatangan Gubernur, Kapolda beserta rombongan disambut secara adat oleh Bupati Rohil H Bistaman didampingi Wakil Bupati, ketua DPRD Rohil Ilhami, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, Dandim 0321/Rohil Letkol Kav Nugraha Yudha Prawiranegara SIP, jajaran Forkopimda, LAM serta berbagai unsur lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bistamam menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pemimpin yang hadir dan berharap kunjungan ini membawa semangat baru bagi pembangunan daerah.

"Penanaman pohon ini merupakan langkah nyata untuk penghijauan dan inspirasi bagi masyarakat serta kesejahteraan kita semua. Penting bagi kita untuk menciptakan kelestarian dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang," katanya.

Gubri Abdul Wahid mengatakan, budaya menanam dan merawat pohon sejatinya merupakan bagian dari warisan luhur masyarakat Melayu. Oleh karena itu, sebagai pemimpin di Riau harus mampu mengajak warga untuk peduli terhadap lingkungan.

"Gerakan menanam pohon itu artinya mencerminkan budaya Melayu yang terus-menerus menghargai pohon. Karena bagi orang Melayu, apa tanda orang beradat pohon jangan sekali-kali dikerat. Apa tanda kalau kita ingin selamat kepada alam selalu bersahabat," kata Gubri.

Gubri menjelaskan, menjaga kelestarian pohon sama artinya dengan menjaga kesinambungan kehidupan. Menurutnya, pohon bukan hanya simbol kehidupan, tetapi juga sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.

"Dengan pohon tentu ada kehidupan yang akan berkembang. Menebang pohon ini bukan gerakan orang Melayu, menghancurkan alam bukan gerakan orang Melayu," jelasnya.

Gubri mengajak masyarakat Riau untuk menyadari bahwa budaya Melayu sangat menghormati alam. Oleh sebab itu, pelestarian lingkungan harus dijadikan sebagai bagian dari identitas dan jati diri.

"Kalau kita merasa orang Melayu, mari melestarikan pohon dan alam ini sebagai jati diri orang Melayu. Saya dan Pak Kapolda Riau ingin menunjukkan kepada semuanya, ayo di tanah bumi Melayu kita rawat budaya, kita rawat alam. Maka itulah tagline kita melindungi tuah, menjaga marwah," sebutnya.

Gubri menekan berkah kehidupan berasal dari alam yang terjaga. Oleh karena itu, menurutnya, upaya merusak alam, seperti penebangan pohon liar, adalah bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai leluhur.

"Tuah kita ada di alam, alam telah memberikan kita kehidupan. Tinggal tata kelola yang harus kita perbaiki," tegasnya.

Selain upaya penghijauan, Gubri juga mengumumkan rencana pembangunan akses jalan yang menghubungkan daerah terisolir di Rokan Hilir, yaitu jalan lintas Sinaboi menuju Kota Dumai.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam demi generasi mendatang," pungkasnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam kesempatan itu menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Kita hadir untuk memberikan kesadaran dan sosialisasi pentingnya penanaman pohon sebagai contoh bagi masyarakat agar melakukan hal serupa. Kita harus berbuat baik kepada seluruh makhluk hidup, karena alam memberikan kehidupan bagi kita," ungkapnya.