PEKANBARU - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil, meninjau langsung pelaksanaan seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II tahun 2024 di Pekanbaru.
Saat itu, Muzamil didampingi Kepala BKD Kepulauan Meranti, Bakharuddin, Sekretaris BKD Siti Rodhiyah, dan pejabat BKN Azmi.
Peninjauan langsung di lokasi ujian, di Aula Hotel Grand Suka Pekanbaru.
Saat itu, di hadapan ratusan peserta seleksi, Muzamil berpesan agar semuanya fokus, berusaha maksimal, dan berdoa. Muzamil juga berpesan apa pun hasil yang didapatkan hendaklah diterima dengan hati yang lapang.
"Fokus dan maksimalkan usaha kita. Selebihnya kita berdoa. Kami berharap semuanya bisa lulus, bisa mengabdi dan berbakti untuk kampung halaman kita. Jangan banyak beban pikiran. Mudah-mudahan Allah merahmati kita semua," pesan Muzamil.
Usai meninjau ruang ujian, Muzamil mengaku senang. Sebab, baik persiapan dari panitia daerah (BKD) maupun pelaksana BKN, terlihat sangat profesional.
"Ini surprise yang luar biasa, sangat profesional. Pelaksanaannya sangat matang dan sangat baik," kata Muzamil.
Muzamil berharap dari seleksi ini akan melahirkan pegawai-pegawai PPPK yang betul-betul memenuhi syarat untuk jadi abdi negara.
"Kami ucapkan juga terima kasih kepada BKD Kepulauan Meranti yang sudah menyiapkan segala administrasi dengan sangat baik sehingga bapak ibu dari Meranti bisa mengikuti seleksi ini," kata Muzamil.
Di tempat yang sama, pejabat BKN Azmi mengatakan bahwa soalannya berkisar antara 100 hingga 130 soal. Jumlah soalan itu tergantung dari formasi yang dilamar. Sedangkan waktu yang disiapkan panitia adalah selama 2 jam 10 menit.
"Untuk ujian kompetensinya selama 2 jam dan 10 menitnya wawancara," jelas Azmi.
Oleh karena ujian menggunakan komputer, Azmi mengaku hasilnya bisa dilihat langsung. Selain itu, bagi saudara maupun keluarga peserta juga bisa melihat nilai ujian di akun YouTube Kanreg XII BKN Pekanbaru.
"Hasilnya real-time. Hasil bisa lihat di YouTube Kanreg XII BKN Pekanbaru. Keluarga atau saudara bisa melihat di sana. Cek saja titik lokasi, tanggal berapa dan sesi berapa. Ada hasilnya di sana karena kita buat dari jam pertama hingga selesai. Semuanya bisa dilihat," jelas Azmi.
"Kalau peserta sendiri, itu bisa melihat setelah mereka menekan tombol selesai. Nilainya baru muncul. Lalu bandingkan saja dengan nilai yang muncul di laptop masing-masing dengan yang tampil di YouTube, pasti sama," tambah Azmi.
Ketika ditanya nasib pelamar PPPK yang gagal dalam seleksi kompetensi ini, kata Bakharuddin, mereka masih menunggu petunjuk dari BKN dan Kemenpan. Namun demikian, Bakharuddin berharap ada kebijakan yang nantinya tetap mengakomodasi meski belum berhasil di seleksi kompetensi.
"Setelah ini, kita masih menunggu kebijakan dari Kemenpan dan BKD tentang bagaimana perlakuan terhadap mereka yang belum lulus dalam ujian ini," ujar Bakharuddin.
Berdasarkan data, jumlah peserta seleksi kompetensi PPPK 2024 Kepulauan Meranti berjumlah 750 orang. Lokasi ujian ada di 4 titik provinsi berbeda. Di antaranya, ada di Provinsi Riau, Kota Batam, Medan, dan Padang.
Di BKN Batam ada peserta ujian yang memilih Kepulauan Meranti sebanyak 34 orang. Namun saat pelaksanaan ujian, 2 di antaranya tidak hadir.
Di Kantor Regional VI BKN Medan ada 1 orang dan UPT BKN Padang 1 orang. Semuanya hadir saat ujian.
Sedangkan di BKN Kanreg XII Pekanbaru ada sebanyak 714 peserta. Ujian dibagi dalam 3 sesi. Sesi I sebanyak 106 (gabung dengan peserta dari Kuansing). Sesi II sebanyak 304 orang dan Sesi III juga sebanyak 304 orang.
Di Pekanbaru, dari 714 peserta itu, 21 orang tidak hadir tanpa keterangan. Menurut Bakharuddin, jika peserta tidak hadir dan tanpa keterangan, dipastikan yang bersangkutan gagal.