Tumbangkan Barcelona, Arsenal Juara Liga Champions Wanita

Tumbangkan Barcelona, Arsenal Juara Liga Champions Wanita
Kiper Arsenal Manuela Zinsberger mengangkat trofi juara setelah memenani pertandingan final Liga Champions Wanita antara Arsenal dan Barcelona di Stadion Jose Alvalade di Lisbon, Sabtu, 24 Mei 2025. - (AP/Jose Breton)

CELOTEHRIAU - - Pita merah putih berkibar di udara saat Arsenal mengangkat trofi Liga Champions Wanita keduanya setelah menumbangkan juara bertahan Barcelona dengan skor 1-0 pada final, Minggu (25/5/2025) dini hari WIB.

Pertahanan yang tangguh dan gol oleh Stina Blackstenius pada menit ke-75 dari umpan pemain pengganti Beth Mead membawa Arsenal meraih kemenangan di Estadio Jose Alvalade, Lisabon, Portugal.

Gelar Arsenal diraih 18 tahun setelah menjadi klub Inggris pertama, dan masih satu-satunya yang memenangi gelar klub teratas dalam sepak bola wanita.

Para pemain Arsenal berpelukan saat peluit akhir berbunyi dan berlari untuk merayakan kemenangan. Mereka selebrasi di depan sudut tribun tempat para pendukung bersuka ria atas hasil yang mengejutkan itu.

“Kami harus tampil sempurna untuk mengalahkan Barcelona," kata kapten Arsenal Kim Little.

"Para pemain yang tampil hari ini memberikan dampak yang luar biasa,” tambahnya.

Little dan Leah Williamson mengangkat trofi dan pita di atas podium. Sementara itu, penyerang Arsenal Mariona Caldentey, mantan pemain Barcelona, menghibur bintang Barcelona Aitana Bonmatí sebelum melangkah maju untuk menerima medali keempatnya sebagai juara Liga Champions.

Barcelona menjadi favorit juara Liga Champions Wanita. Mereka mengincar gelar keempat dalam 5 tahun dan menjadi satu-satunya tim selain Lyon yang memenangi tiga gelar berturut-turut.

Tim yang dipimpin oleh pemenang Ballon d’Or dua kali Bonmati dan Alexia Putellas menang sembilan kali berturut-turut dalam kompetisi tersebut. Mereka mengalahkan Wolfsburg serta juara Inggris Chelsea pada babak sistem gugur.

Namun, Arsenal memperagakan pertahanan yang sangat kuat. Kiper Barcelona Cata Coll dua kali melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan usaha Frida Maanum dan Blackstenius. Namun, pada akhirnya Coll menyerah setelah gawanya dijebol Blackstenius.

Kemenangan tersebut menandai akhir yang luar biasa untuk musim yang sulit bagi Arsenal, yang menyebabkan pelatih Jonas Eidevall mengundurkan diri dan digantikan oleh asisten Renee Seglers.

Sejak mengambil alih, Seglers mengarahkan tim melalui kampanye Eropa yang spektakuler. Arsenal membangun kepercayaan diri dari kemenangan atas Real Madrid dan juara delapan kali Lyon pada babak sistem gugur sebelum menundukkan tim tangguh Barcelona.

“Apa yang kami lakukan dengan sangat baik adalah mempercepat permainan, mengganggu mereka, tetapi tetap setia pada jati diri kami. Itulah kunci mengapa kami menang hari ini," kata Seglers, wanita asal Belanda ini.

“Barcelona sangat bagus, tetapi kami mencoba mengeksploitasi kelemahan semampu kami. Kami katakan sebelumnya bahwa lini tengah Barcelona adalah mesinnya. Jadi, kami ingin menghentikan mereka,” tambah Seglers, yang masih berumur 36 tahun.

Bek Arsenal Katie McCabe mengatakan, kemenangan tersebut karena etos kerja seluruh tim. “Kami menghormati mereka tetapi kami juga tidak bisa memberi mereka terlalu banyak rasa hormat,” kata McCabe kepada The Associated Press.

Sementara itu, kekalahan itu merupakan kekecewaan besar bagi lebih dari 15.000 penggemar Barcelona yang memenuhi stadion yang menjadi kandang bagi Sporting Lisbon.

Jumlah pemain yang mengenakan kaus dan bendera biru merah marun lebih banyak daripada pemain yang mengenakan kaus merah putih.

"Saya merasa sedih dan frustrasi terhadap para penggemar kami," kata pemain Barcelona Aitana Bonmati seusai Arsenal menjadi juara Liga Champions Wanita.