Data RSPP, 76 Mahasiswa yang Bentrok dengan Polisi Menderita Luka di Kepala dan Mata

Data RSPP, 76 Mahasiswa yang Bentrok dengan Polisi Menderita Luka di Kepala dan Mata
Tampak salah seorang mahasiswa mendorong aparat keamanan pada demo mahasiswa di gedung DPR RI Jakarta.

CELOTEHRIAU.COM--Puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Selasa (24/9/2019), dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan. Mereka sempat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Dilansir dari Kumparan.com, Rabu (25/9/2019), pukul 01.00 WIB, situasi di RSPP tak ramai seperti pada sebelumnya, saat mahasiswa yang mengalami sejumlah luka, berdatangan. Saat ini, hanya beberapa orang terlihat menunggu di depan ruang IGD.

Kepala Humas RSPP Agus Susetyo, mencatat lebih dari 76 mahasiswa sejumlah universitas sempat dilarikan ke RSPP. Rata-rata keluhan yang dialami yakni kelelahan hingga luka akibat bentrok.


“Lebih dari 76 yang teridentifikasi dengan jelas namanya di papan pengumuman. Di antaranya luka di kepala dan mata. Selebihnya karena faktor kelelahan dan pingsan,” kata Agus.

Hingga saat ini, sudah banyak mahasiswa yang diizinkan pulang ke rumah.

Dalam aksinya, mahasiswa yang mengepung area DPR menolak pengesahan beberapa RUU kontroversial, seperti Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, serta revisi UU KPK yang telah disahkan.

Mereka memblokade jalan hingga membakar ban dan melempari Gedung DPR dengan botol air mineral untuk menyuarakan aspirasi. Aparat keamanan lalu memukul mundur dengan mengeluarkan gas air mata dan water canon untuk membubarkan massa.

Sebagian besar mahasiswa lalu memutuskan untuk membubarkan diri dan pulang dengan menggunakan bus, berjalan kaki, hingga naik KRL. Mereka menuruti permintaan polisi untuk menghentikan aksi.

Namun malam hari, unjuk rasa berujung ricuh. Ada pula massa tak dikenal dan tanpa berbalut almamater membakar bus milik TNI di dekat Hotel Mulia, Senayan. Selain itu, gerbang Tol Pejompongan juga dibakar massa.