Pacu Jalur Tepian Narosa Segera Dimulai, Anggota DPRD Riau Minta Pemprov Bantu Fasilitas Umum

Pacu Jalur Tepian Narosa Segera Dimulai, Anggota DPRD Riau Minta Pemprov Bantu Fasilitas Umum

KUANSING, celotehriau.com - Anggota DPRD Provinsi Riau Jons Ade Nopendra meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau turun tangan membantu mensukseskan penyelenggaraan Festival Pacu Jalur (FPJ) tradisional di Tepian Narosa Telukkuantan.

Apalagi menurut Jons Ade, viralnya pacu jalur tradisional milik Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ke belahan bumi lewat tarian Togak Luwan atau Tukang Tari haluan jalur yang diperagakan khalayak dunia diprediksi kunjungan meningkat hanya untuk menyaksikan pacu jalur lewat aksi jalur saat berpacu, 20 hingga 24 Agustus 2025 mendatang.

Even nasional ini bakal bertambah ramai dengan kehadiran pengujung luar daerah bahkan luar negeri. Karenanya, guna mengurangi permasalahan-permasalahan dalam pelayanan terhadap penonton, Jons Ade Nopendra meminta Pemprov Riau turun gunung membantu Kuansing. Khususnya mengenai fasilitas umum untuk pengunjung, seperti tempat sholat, sarana kegiatan mandi, cuci kakus dan layanan umum lainnya.

"Menurut saya, dengan jumlah pengunjung sebanyak itu dari berbagai daerah minimal 20 WC Portable atau WC mobil untuk di kawasan Narosa dan Seberang Taluk," ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/7/2025).

"WC portabe sangat dibutuhkan, apalagi bagi perempuan," sambung Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Riau itu.

Kemudian mobil-mobil tangki untuk meng-drop pasokan air. Menurutnya, minimal ada 20 truk tangki air yang stand by di lokasi yang strategis sepanjang arena. Sehingga kelangkaan pasokan air tidak terjadi.

"Kemudian, tenda-tenda besar untuk lokasi sholat dan rehat. Sebab fasilitas itu sangat minim dan mesjid serta surau yang ada di lokasi tidak mampu menampung jemaah," katanya.

Selanjutnya juga dibutuhkan Posko Coroner Centre. Alasannya, kata Jons Ade, sering terjadi kasus pemacu terkena pingsan akibat kelelehan dan terkena serangan jantung saat berpacu, bahkan ada yang meninggal dunia.

"Perlu ada Posko Coroner Centre untuk penanganan pertama, sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan," katanya.

Mengapa Pemprov Riau perlu turun gunung, sebut politisi Golkar Riau itu, karena Pemprov dapat melakukan kordinasi dengan kabupaten kota ormas dan perusahaan guna menghadirkan fasiliitas tersebut.

Jika fasilitas umum (fasum) itu terpenuhi maka kata Jons Ade, dapat mengurangi beban Kuansing dalam menghadirkan fasiilitas pendukung selama pacu jalur. Sebab sukses pelaksanaan pacu jalur akan menjadi taruhan dan nama baik Riau juga di mata nasional dan internasional.

"Saya menyarankan Pemprov Riau segera melakukan rapat koordinasi dengan Pemkab Kuansing membahas permasalahan yang akan muncul dan cara menanganinya," pinta Jons Ade.**