PEKANBARU - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau sayangkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Riau diundur. Padahal, berbagai pertimbangan sudah disampaikan terkait jadwal Porprov yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ketua KONI Riau, Iskandar Hoesin mengatakan, bahwa jika Porprov dilaksanakan di tahun 2027, maka akan berbenturan dengan kalender olahraga nasional. Pasalnya, di tahun 2027 akan ada kejuaraan nasional atau Pra PON, serta Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera di Kepulauan Riau (Kepri).
Terlebih lagi Pra PON, kejuaraan nasional dan Porwil merupakan ajang penentu bagi atlet dan cabang olahraga (cabor) untuk lolos ke PON XXII 2028. Tentunya yang menjadi prioritas adalah keikutsertaan di tingkat nasional.
Sementara Porprov hanya ajang seleksi atlet di tingkat daerah, yang seharusnya jauh sebelum mengikuti kejuaraan nasional dilaksanakan.
"Kalau Porprov 2027, tentu sama-sama dengan Pra PON, Porwil. Tapi karena ini keputusan pemerintah daerah, jadinya ditunda. Kalau kami berharap jangan ditunda. Kita sudah usulkan dengan berbagai argumentasi, tapi tidak jadi bahan pertimbangan," ujar Iskandar, Selasa (18/11/2025).
Ia menyebut, jika Porprov XI Riau tetap dilaksanakan di tahun 2026, maka tidak akan mengganggu agenda olahraga lain. Namun, karena alasan efisiensi anggaran, sehingga pemerintah meminta untuk ditunda.
Meski begitu, dirinya berharap di tahun 2027 tetap dilaksanakan Porprov tanpa pembatalan. Bagaimana pun Porprov merupakan ajang untuk seleksi atlet untuk berangkat Pra PON dan Porwil.
Dirinya berharap, pelaksanaan Porprov bisa lebih awal sehingga masih bisa untuk melakukan pembinaan atlet menjelang Pra PON dan Porwil.
Ia menyebut, pelaksanaan Porprov ini tergantung pada keputusan pemerintah daerah. Apakah tetap ingin digelar atau tidak.
"Ini kan agenda Provinsi Riau, mau batal atau tidak tergantung provinsi, dalam hal ini pemerintah daerah. KONI hanya menyarankan, memberikan argumentasi, menberikan pertimbangan yang matang," pungkasnya.