Banjir Mulai Rendam Sejumlah Kampung di Siak

Banjir Mulai Rendam Sejumlah Kampung di Siak

SIAK - Intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Siak dalam beberapa hari terakhir mulai memicu genangan di sejumlah wilayah. Memasuki puncak musim hujan pada pekan ketiga Desember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya antisipasi di daerah titik rawan banjir.

Kepala BPBD Siak Novendra mengatakan pihaknya telah menyiagakan satuan tugas bencana di sejumlah wilayah yang dinilai rawan banjir.

"Memang sesuai prediksi BMKG, intensitas hujan terus meningkat. Karena itu, satgas bencana sudah kita siagakan di lokasi-lokasi rawan," ujar Novendra, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, banjir terpantau terjadi di Simpang Obor, Kampung Dosan. Genangan air telah masuk ke area perkebunan dan sebagian rumah warga. BPBD bersama Dinas PUPR Siak telah menurunkan alat berat untuk membersihkan kanal dan aliran anak sungai, dibantu pihak perusahaan setempat.

Selain itu, genangan air juga terjadi di Dusun Segintil, Kecamatan Kotogasib, akibat kanal yang menyempit. Upaya pembersihan kanal telah dilakukan untuk mengurangi debit air yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Sejumlah titik lain juga masuk kategori rawan banjir, seperti Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura. Di wilayah ini, kondisi air bersifat pasang surut karena berada dekat anak sungai serta kanal perusahaan yang mulai mendangkal dan akan dinormalisasi.

Titik rawan banjir juga terdeteksi di Kampung Pecing Bekulo, Kecamatan Kandis, serta sebagian wilayah Kampung Sam-sam akibat limpahan air sungai.

Sementara itu, di Kampung Muara Kelantan dan Sei Selodang, Kecamatan Sungaimandau BPBD melakukan normalisasi kanal dan pembersihan sungai dengan meminjam alat berat dari masyarakat setempat.

Novendra menyebutkan, banjir di beberapa wilayah Siak umumnya disebabkan tingginya curah hujan serta kanal dan sungai yang mengalami pendangkalan atau tersumbat, sehingga aliran air tidak berjalan normal dan meluap ke daratan. Meski demikian, kondisi banjir saat ini masih belum masuk kategori darurat.

"Belum ada pengungsian, tenda maupun dapur umum belum kita siapkan. Kita masih fokus pada upaya pencegahan dengan pembersihan kanal dan sungai," jelasnya.

BPBD Siak juga terus melakukan pemantauan melalui tim koordinasi dan tim pengendalian. Tim koordinasi bertugas melaporkan kondisi di lapangan, sementara tim penanganan disiapkan untuk melakukan tindakan cepat jika terjadi bencana.

Ia berharap pemerintah kampung dan masyarakat tetap waspada serta aktif memantau kondisi sungai dan kanal di wilayah masing-masing guna mengantisipasi potensi banjir.