Mamdani Resmi Jadi Wali Kota New York

Mamdani Resmi Jadi Wali Kota New York

NEW YORK  - Sejarah baru tercipta di New York City. Zohran Mamdani resmi menjabat sebagai Wali Kota New York City pada Kamis (1/1/2026). Dalam upacara pengambilan sumpah, tokoh muda dari faksi Sosialis Demokrat ini berjanji akan mengusung agenda progresif demi menjadikan NYC lebih ramah bagi kaum pekerja.

Kemenangan Mamdani pada November lalu dipandang sebagai sinyal kuat bagi peta politik Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu tahun ini. Pria berusia 34 tahun ini berkampanye dengan fokus utama pada krisis biaya hidup dan kritik tajam terhadap kebijakan ekonomi nasional.

Dalam pidato pelantikannya, Mamdani menegaskan komitmennya untuk melawan dominasi finansial dalam politik. "Kami akan bertanggung jawab kepada seluruh warga New York, bukan kepada miliarder atau oligarki mana pun yang mengira mereka dapat membeli demokrasi kita," tegasnya.

"Saya terpilih sebagai seorang sosialis demokrat dan saya akan memerintah sebagai seorang sosialis demokrat,” tegasnya.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh besar sayap kiri Partai Demokrat, termasuk Senator Bernie Sanders dan Perwakilan AS Alexandria Ocasio-Cortez (AOC). Sanders, yang menjadi inspirasi politik Mamdani, turut membela agenda ambisius sang wali kota.

"Memastikan bahwa orang-orang dapat tinggal di perumahan yang terjangkau bukanlah hal yang radikal. Itu adalah hal yang benar dan pantas untuk dilakukan," ujar Sanders di hadapan ribuan massa yang meneriakkan slogan "pajaki orang kaya".

Mamdani memulai masa jabatannya dengan cara yang unik. Sebelum upacara publik, ia dilantik secara pribadi di stasiun kereta bawah tanah City Hall yang bersejarah pada menit awal Tahun Baru. Sebagai walikota Muslim pertama di NYC, ia menggunakan Al-Qur'an dalam prosesi sumpahnya.

Beberapa poin utama dalam agenda Mamdani meliputi: Layanan penitipan anak (daycare) universal, Penerapan sistem bus gratis di seluruh kota, Pembekuan harga sewa rumah untuk mengatasi krisis properti, Kenaikan pajak bagi kaum jutawan guna menyeimbangkan anggaran kota.

Langkah Mamdani langsung menuai reaksi keras dari kubu Republik. Juru bicara Mike Marinella menyebutnya sebagai "sosialis radikal" dan mencoba mengaitkan kebijakan Mamdani sebagai potensi kegagalan Partai Demokrat di tingkat nasional pada pemilu mendatang.

Meski demikian, dukungan akar rumput terhadap Mamdani tetap solid. Mae Hardman-Hill (27), seorang warga asli New York, menyatakan harapannya pada kepemimpinan baru ini. "Saya telah menyaksikan kota ini menjadi semakin tidak terjangkau dan semakin tidak layak huni. Saya sangat gembira dan berharap agar masyarakat biasa mendapatkan kembali kekuasaan mereka," ungkapnya.

Di sisi lain, Mamdani menunjukkan fleksibilitas politiknya dengan menunjuk pendidik veteran Kamar Samuels sebagai kanselir sekolah dan membatalkan rencana awal untuk mengakhiri kendali wali kota atas sistem sekolah umum terbesar di AS tersebut.