MILAN - Penyerang andalan AC Milan, Rafael Leao, menandai kembalinya dirinya dari cedera dengan cara yang sempurna. Setelah absen dalam tiga pertandingan, pemain Portugal ini menjadi penentu kemenangan tipis 1-0 Milan di kandang Cagliari, Sabtu (3/1/2026) dini hari WIB.
Kemenangan krusial ini sontak membawa Rossoneri melesat ke puncak klasemen sementara Serie A, memberikan tekanan berat kepada pesaing utama mereka seperti Inter Milan dan SSC Napoli menjelang pertandingan akhir pekan.
Saat ini Milan meraih poin 38 dengan jumlah pertandingan 17.
Sebaliknya, Inter Milan di posisi 2 memiliki poin 36 dengan jumlah pertandingan 16. Jumlah pertandingan yang sama ada pada Napoli di peringkat 3 dengan poin 34. Artinya persaingan menjadi juara Serie A memang akan terus memanas seiring waktu karena jarak poin yang tidak terlalu jauh.
Kubu Milan, yang berambisi meraih gelar musim ini, justru tampak mengawali tahun baru dengan performa yang agak lamban. Sepanjang babak pertama di Sardinia, penampilan mereka jauh dari kata mengesankan, bahkan cenderung di bawah ekspektasi. Namun, Cagliari di sisi lain juga harus merasa frustrasi karena gagal memanfaatkan sejumlah peluang menjanjikan yang mereka ciptakan sebelum turun minum.
Peluang emas pertama bagi tim tuan rumah datang dari bek kanan Marco Palestra. Ia berhasil menyelinap di belakang lini pertahanan Milan, namun sayang tembakan awalnya melenceng jauh dari sasaran. Beberapa saat kemudian, Michel Adopo mencatatkan tembakan pertama ke gawang Milan, meskipun hanya berupa sundulan lemah yang berhasil diantisipasi oleh kiper. Tidak lama berselang, Luca Mazzitelli juga gagal memanfaatkan bola di tiang dekat, tembakannya melebar ke samping gawang.
Kecolongan dari buruknya penyelesaian akhir Cagliari, Milan sempat berpikir mereka mendapat kesempatan untuk memimpin pertandingan tepat sebelum jeda. Wasit menunjuk titik putih, memberi hadiah penalti bagi tim tamu. Namun, keputusan tersebut dengan cepat dibatalkan setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan adanya posisi offside dalam proses pembangunan serangan yang mendahului hadiah penalti itu.
Momentum pertandingan benar-benar berubah setelah jeda. Milan hanya membutuhkan lima menit di babak kedua untuk memecahkan kebuntuan.
Tampaknya, kata-kata bijak Massimiliano Allegri saat jeda telah membakar semangat juang para pemain Rossoneri. Perubahan taktik dan dorongan mental ini terbukti sangat efektif di lapangan.
Gol pemecah kebuntuan itu tercipta berkat kerja sama apik di lini tengah dan depan. Adrien Rabiot menjadi arsitek serangan dengan mengirimkan umpan silang mendatar yang sangat akurat. Umpan terukur ini disambut sempurna oleh Rafael Leão di tiang jauh. Dengan kontrol yang tenang, Leão kemudian melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung oleh kiper Cagliari, Elia Caprile. Ini adalah gol keenam Leão dalam sepuluh penampilan Serie A melawan Cagliari, menegaskan rekor apiknya melawan tim Sardinia tersebut.
Gol kemenangan tersebut ternyata menjadi aksi berarti terakhir Leao dalam laga itu. Tak lama setelah mencetak gol, ia ditarik keluar dan digantikan oleh penyerang baru, Niclas Füllkrug, yang masuk untuk menjalani debutnya bersama Rossoneri. Fullkrug baru saja bergabung dengan Milan dengan status pinjaman dari West Ham United.
Meskipun Fullkrug tidak mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol di laga perdananya, ia nyaris mencatatkan assist. Ia memberikan umpan matang kepada rekan sesama pemain pengganti, Christian Pulisic, namun tembakan keras Pulisic berhasil ditepis kiper Caprile.
Caprile kembali menjadi tembok pertahanan dengan penyelamatan gemilang saat ia harus menjatuhkan diri ke kiri untuk menepis tendangan bebas melengkung yang dilepaskan oleh Luka Modric.
Berkat performa luar biasa kiper Cagliari di menit-menit akhir, Milan harus puas dengan kemenangan tipis ini, tetapi yang terpenting, mereka berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan di liga menjadi 16 pertandingan (11 menang, 5 seri) dan sekaligus menghentikan catatan tak terkalahkan Cagliari dalam tiga laga kandang sebelumnya.