Brigjen Jossy Kusumo Tinggalkan Riau: Jejak Hijau dan Dedikasi yang Abadi

Brigjen Jossy Kusumo Tinggalkan Riau: Jejak Hijau dan Dedikasi yang Abadi

PEKANBARU – Matahari siang itu menyinari halaman Masjid Al-Adzim saat Brigadir Jenderal Polisi Andrianto Jossy Kusumo menunduk, menancapkan sebatang pohon muda ke tanah.

Pohon itu bukan sekadar tanaman, melainkan simbol perpisahan dan harapan. Meski ia akan meninggalkan Riau, kehidupan hijau akan tetap tumbuh sebagai jejaknya.

Rabu (14/1/2026), Brigjen Jossy resmi mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau. Tugas barunya menanti di Kalimantan Timur. Sebelum melangkah, ia memilih meninggalkan kenangan dan simbol.

Acara pelepasan di Mapolda Riau berlangsung haru. Tradisi pedang pora dipimpin Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjadi saksi bisu kesetiaan, profesionalisme, dan rasa hormat personel yang melepasnya.

Disertai lagu perpisahan “Sampai Jumpa,” Brigjen Jossy menyalami satu per satu pejabat utama, Kapolres, dan personel Polda Riau. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya, menebarkan rasa hangat di antara koleganya.

Di belakangnya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan tampak berdiri bersama istri, diikuti pejabat lain yang juga pindah tugas.

Kombes Pol Anom Karibianto, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, dan Kombes Pol Dr. Tri Setyadi Artono, dan sejumlah pejabat lain ikut bersama Brigjen Jossy meninggalkan Riau.

Sesaat di gerbang Mapolda, Brigjen Jossy berhenti, menatap sekeliling, seolah mengukir setiap wajah yang melepasnya dalam ingatan. Lalu, ia melangkah ke mobil, tetap tersenyum, melambaikan tangan perpisahan.

Brigjen Jossy menjabat Wakapolda Riau sejak 9 Januari 2025, menggantikan Brigjen Pol Kasihan Rahmadi. Dalam waktu singkat, ia meninggalkan jejak signifikan.

Di Kuantan Singingi, praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) berhasil diberantas. Sungai Kuantan kembali jernih, dan masyarakat memberi apresiasi tinggi atas keberhasilan itu.

Irjen Herry memuji keberhasilan Brigjen Jossy yang mengejawantahkan konsep strategis Green Policing di lapangan.

"saya selalu menganalisa keteguhan hati Pak Wakapolda, seorang perwira tinggi yang turun bersama-sama melakukan pengamatan terhadap penambangan liar di Kabupaten Kuansing dan hasilnya signifikan," kata Irjen Herry.

Sepanjang kariernya, Brigjen Jossy dikenal tegas namun humanis. Lulusan Akademi Kepolisian 1992 ini memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan penanggulangan terorisme.

Ia pernah menjadi Kasatgaswil X Papua dan Papua Barat Densus 88 (2018), terlibat dalam operasi di Sulawesi Tengah, bahkan menjabat Kaden 88 Polda Sulawesi Tengah pada 2005. Di bawah kepemimpinannya, jaringan teroris berhasil diungkap dan ditindak tegas.

Saat meninggalkan Riau, Brigjen Jossy bukan sekadar meninggalkan jabatan. Ia meninggalkan kisah, prestasi, dan pohon hijau yang akan terus tumbuh, sebuah warisan yang abadi bagi bumi dan masyarakat Riau.