Delegasi Kongres AS Temui Denmark Seusai Ancaman Trump Soal Greenland

Delegasi Kongres AS Temui Denmark Seusai Ancaman Trump Soal Greenland

CELOTEHRIAU - Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat (AS) melakukan kunjungan ke Denmark untuk berupaya meredakan ketegangan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang menyatakan keinginannya untuk merebut Greenland. Delegasi bipartisan tersebut bertemu dengan para pemimpin Denmark dan Greenland di Kopenhagen pada Jumat (16/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran Eropa terhadap sikap Trump yang menilai Greenland sangat penting bagi keamanan nasional AS karena posisinya yang strategis di kawasan Arktik serta kekayaan sumber daya mineralnya.

Trump bahkan tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih wilayah otonomi Denmark tersebut. Merespons situasi itu, sejumlah negara Eropa dilaporkan telah mengirimkan personel militer terbatas ke Greenland atas permintaan Denmark.

Delegasi AS yang beranggotakan 11 orang itu dipimpin oleh Senator Partai Demokrat Chris Coons. Mereka bertemu dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, serta anggota parlemen Denmark dan Greenland.

“Ada banyak retorika, tetapi tidak banyak realita dalam diskusi saat ini di Washington,” kata Coons kepada wartawan seusai pertemuan, dikutip dari Reuters, Sabtu (17/1/2026).

Ia menegaskan para anggota parlemen akan berupaya menurunkan ketegangan saat kembali ke daerah pemilihan masing-masing.

Delegasi tersebut juga diikuti oleh senator Partai Republik, termasuk Thom Tillis dan Lisa Murkowski, sementara sisanya berasal dari Partai Demokrat. Murkowski secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap gagasan akuisisi Greenland oleh AS.

“Saya pikir penting untuk menggarisbawahi bahwa ketika Anda bertanya kepada rakyat Amerika, apakah mereka berpikir bahwa akuisisi Greenland oleh Amerika Serikat adalah ide yang baik atau tidak, sebagian besar, sekitar 75%, akan mengatakan bahwa kami tidak berpikir itu adalah ide yang baik,” ujar Murkowski.

Sementara itu, utusan khusus Trump untuk Greenland, Jeff Landry mengatakan ia berencana mengunjungi Greenland pada Maret 2026 mendatang. Ia optimistis kesepakatan dapat dicapai.

“Saya yakin ada kesepakatan yang seharusnya dan akan tercapai setelah ini selesai,” kata Landry kepada Fox News.

“Presiden serius. Saya pikir dia telah menetapkan patokannya. Dia telah memberi tahu Denmark apa yang dia cari," tambahnya.

Trump pada Jumat (16/1/2026) juga mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap negara-negara yang tidak mendukung rencananya.

“Karena kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” ujarnya.

Di dalam negeri AS, baik Partai Republik maupun Demokrat menyatakan dukungan terhadap rancangan undang-undang yang membatasi kemampuan presiden menggunakan kekuatan untuk mencaplok Greenland. Hal ini muncul di tengah perdebatan mengenai kewenangan perang yang secara konstitusional berada di tangan Kongres.

Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos, hanya 17% warga AS yang mendukung upaya Trump untuk mengakuisisi Greenland. Trump menepis hasil survei tersebut dan menyebutnya palsu.

Kunjungan delegasi Kongres AS ini berlangsung setelah pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih antara pejabat Denmark, Greenland, dan pemerintahan AS. Meski Denmark menegaskan Greenland tidak dapat diakuisisi, Gedung Putih menyatakan tujuan Trump tetap tidak berubah.

Aksi demonstrasi mendukung Greenland dijadwalkan berlangsung di sejumlah kota Denmark dan di ibu kota Greenland, Nuuk, pada Sabtu ini.