Harga Emas Dunia Turun Tipis Kamis 19 Februari setelah Naik 2 Persen

Harga Emas Dunia Turun Tipis Kamis 19 Februari setelah Naik 2 Persen
Ilustrasi

celotehriau.com - Harga emas dunia turun tipis pada Kamis (19/2/2026) setelah naik signifikan pada Rabu (18/2/2026). Kenaikan itu terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketegangan geopolitik global.

Lonjakan ini terjadi di tengah rilis risalah rapat Januari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yang memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai arah suku bunga.

Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot pada abu melonjak 2,14% ke posisi US$ 4.981,37 per ons troi. Sehari sebelumnya, Selasa (17/2/2026), emas sempat tertekan lebih dari 2% ke level US$ 4.841,74, terendah dalam sepekan.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup naik 1,96% ke US$ 5.002,19 per ons troi. Namun hingga Kamis (19/2/2026) pagi, harga emas dunia hari ini terkoreksi tipis ke kisaran US$ 4.971,12 per ons troi.

Analis Marex, Edward Meir, menilai pasar masih dibayangi kecemasan atas dinamika geopolitik, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Pergerakan sepanjang Februari cenderung ketat sehingga belum terlihat arah tren yang jelas,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

Dari sisi global, pembicaraan damai di Jenewa antara Ukraina dan Rusia belum menghasilkan kesepakatan berarti. Pemerintah AS juga menyebut diskusi dengan Iran hanya mencatat kemajuan terbatas, dengan sejumlah isu masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut dari Teheran.

Risalah rapat Januari The Fed menunjukkan mayoritas pejabat memilih mempertahankan suku bunga. Meski demikian, terdapat perbedaan sikap terkait langkah berikutnya, sebagian membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi kembali memanas, sementara lainnya mempertimbangkan potensi pelonggaran di masa depan.

Pedagang logam independen Tai Wong memperkirakan emas masih berpeluang kembali menembus level psikologis US$ 5.000 per ons troi. Menurutnya, pasar belum melihat adanya perubahan suku bunga sebelum pertengahan tahun.

Data ekonomi AS turut menjadi perhatian. Inflasi konsumen Januari tercatat lebih rendah dari proyeksi, sedangkan pertumbuhan lapangan kerja melampaui ekspektasi dan tingkat pengangguran menurun.

Sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung menguat saat prospek suku bunga rendah atau ketidakpastian global meningkat.