Sinergi Orang Tua dan Guru: SDIT Nurul Ilmi Pekanbaru Gelar Psikoedukasi untuk Atasi Kecanduan Gawai pada Anak

Sinergi Orang Tua dan Guru: SDIT Nurul Ilmi Pekanbaru Gelar Psikoedukasi untuk Atasi Kecanduan Gawai pada Anak

PEKANBARU – Menjawab keresahan orang tua terkait perubahan perilaku anak di era digital, SDIT Nurul Ilmi Pekanbaru menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa seminar parenting berbasis psikoedukasi, Sabtu (12/1/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kembali fungsi keluarga sebagai pilar utama pendidikan karakter anak.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diinisiasi oleh Kepala Sekolah SDIT Nurul Ilmi setelah menerima berbagai keluhan dari wali murid. Fenomena anak yang kecanduan gawai (gadget), sulit diajak bekerja sama, hingga permintaan uang jajan berlebih untuk membeli token game (Top Up) menjadi latar belakang utama urgensi kegiatan ini.

Menyikapi Tantangan Perilaku Anak di Era Digital

Kondisi ekonomi yang sedang menantang menambah beban psikologis bagi orang tua ketika menghadapi anak yang cenderung konsumtif demi permainan daring. Tak hanya di rumah, para guru di sekolah juga merasakan dampaknya; siswa menjadi kurang fokus belajar dan sulit diatur.

"Keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama dan utama. Segala perilaku orang tua, baik lisan maupun perbuatan, akan menjadi cetak biru bagi perkembangan kepribadian anak," ujar pemateri dalam sesi psikoedukasi tersebut.

Dalam kegiatan ini, dipaparkan kembali pentingnya Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 yang mengatur fungsi keluarga, di antaranya:

Fungsi Sosialisasi Pendidikan: Menanamkan nilai bahwa belajar adalah proses yang menyenangkan.

Fungsi Afeksi: Memberikan kasih sayang dan rasa aman agar otak anak siap menyerap informasi.

Fungsi Ekonomi: Memberikan dukungan materi yang sehat dan terukur.

Metode Psikoedukasi sebagai Solusi

Tim pengabdian masyarakat menggunakan metode Psikoedukasi, sebuah intervensi klinis dan komunitas yang terbukti efektif untuk membantu individu maupun kelompok dalam menghadapi tantangan hidup. Melalui metode ini, orang tua dibekali keterampilan coping (cara menghadapi masalah) dan pemahaman mendalam mengenai psikologi anak.

Kepala Sekolah SDIT Nurul Ilmi berharap kegiatan ini dapat membangun kolaborasi yang kuat antara sekolah dan rumah. "Pola pendidikan yang baik harus sinkron antara apa yang diajarkan guru di kelas dan apa yang diterapkan orang tua di rumah," ungkapnya.

Antusiasme Tinggi Wali Murid

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini mendapat sambutan hangat. Ruang pertemuan dipenuhi oleh wali murid yang antusias mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab terkait tumbuh kembang anak.

Banyaknya diskusi aktif menunjukkan bahwa orang tua sebenarnya sangat membutuhkan panduan psikologis untuk menghadapi dinamika zaman. Dengan edukasi yang tepat, diharapkan orang tua mampu menanamkan kepribadian luhur pada anak sejak dini, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, keluarga, dan bangsa.