Big Step Pertamina Group: PIS-PGN Kolaborasi Kembangkan Angkutan LNG, Amonia, Hidrogen

Big Step Pertamina Group: PIS-PGN Kolaborasi Kembangkan Angkutan LNG, Amonia, Hidrogen

JAKARTA, celotehriau.com - Pertamina Group kembali mendorong transisi energi rendah emisi lewat sinergi PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Kedua subholding meneken nota kesepahaman (MoU) untuk membangun dan memanfaatkan infrastruktur serta moda angkutan maritim bagi produk bahan bakar rendah karbon.

MoU mencakup penyediaan angkutan maritim untuk kargo LNG; amonia; hidrogen; dan komoditas rendah karbon lain. Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan kepemilikan; pembangunan; hingga pengelolaan sektor midstream dan downstream gas.

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PIS Surya Tri Harto dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto pada Jumat pekan lalu. Hadir dalam agenda tersebut Direktur Perencanaan Bisnis PIS Eka Suhendra; Direktur Armada PIS M. Irfan Zainul Fikri; Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra; beserta jajaran manajemen.

"Kerja sama ini bicara optimal value untuk Pertamina Group; bukan hanya PIS atau PGN. Dengan rencana memiliki infrastruktur transportasi gas, termasuk floating, kita kaji opsi investasi agar jangka panjang tidak terekspos risiko fluktuasi harga pasar. Tujuannya menciptakan value optimal bagi Pertamina," ujar Surya.

Langkah ini memperkuat sinergi antar-subholding; sekaligus mendorong penguatan armada dan diversifikasi kargo guna menopang ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyebut MoU ini eskalasi dari kolaborasi yang sudah berjalan. Sejak 2024, PIS telah mengangkut LNG untuk PGN sebanyak 17 trip ke FSRU Lampung dan Jawa Barat serta Terminal Arun dengan skema spot charter.

"Kerja sama kita kembangkan agar Pertamina Group memiliki infrastruktur matang untuk era LNG. Ke depan porsi LNG semakin besar; perlu infrastruktur tambahan. Kita kembangkan agar tidak jadi penonton; tetapi punya kepemilikan di infrastruktur ini," kata Arief.

Selanjutnya, kedua pihak membentuk tim kerja untuk menjajaki proyek konkret dan skema kerja sama jangka panjang. Fokusnya meliputi pengembangan angkutan; penguatan armada; serta peluang komoditas energi rendah karbon seperti LNG; amonia; dan hidrogen berikut infrastruktur pendukung.

Sinergi PIS dan PGN diyakini memperkuat posisi Pertamina Group sebagai penyedia solusi energi yang efisien; terintegrasi; dan berkelanjutan; sekaligus menopang ketahanan energi nasional.(***/rls)