PEKANBARU - Dinas Pendidikan Provinsi Riau, telah membuka pendaftaran penerimaan siswa SMA/SMK Negeri sederajat, melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, yang dibuka mulai 8 Juni lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya menyampaikan, bagi siswa yang sudah mendaftar melalui web resmi SPMB, diminta untuk selalu aktif memantau pergerakan pendaftaran sesuai dengan jalur sekolah yang dipilih, termasuk kuota penerimaan siswa diseluruh sekolah melalui situs https://pmb.riau.go.id/informasi/satuan-pendidikan .
“Siswa yang sudah mendaftar saat ini sudah mencapai 40.150 calon siswa, dan telah melakukan pemilihan sekolah melalui portal resmi SPMB Riau. Kami menghimbau kepada seluruh siswa atau orangtua siswa untuk memantaunya, termasuk kuota penerimaan siswa sekolah di SMA/SMK Negeri, di Kabupaten Kota,” ujar Erisman Yahya, Kamis (11/6).
“Melalui web yang sudah tersedia semua siswa bisa melihat kuota siswa yang diterima sekolah. Sekarang tak sulit untuk melihat sistem penerimaan melalui online. Dan siswa ataupun orangtua siswa tak perlu lagi datang ke sekolah atau ke dinas untuk melihat penerimaan siswa baru, silahkan dilihat melalui web https://pmb.riau.go.id/informasi/satuan-pendidikan,” jelas Erisman lagi.
Dijelaskan Erisman, untuk memasukkan file atau menguploud dokumen yang diunggah harus disesuaikan dengan kualitas file sesuai dengan file yang telah ditetapkan. Jangan sampai nanti tidak dapat diverifikasi karena kualitas file kurang baik, tidak terbaca, atau mengalami gangguan saat proses pengunggahan.
“Memang ada beberapa kasus saat mengunggah dokumen dan tidak terverifikasi dengan baik, ada dokumen yang kurang lengkap, atau terjadi gangguan jaringan sehingga file yang masuk tidak sempurna. Akibatnya file tersebut tidak bisa dibuka atau diverifikasi oleh petugas sekolah. Jadi pastikan semua file yang dimasukkan sesuai,” jelas Erisman.
Erisman Yahya menambahkan , Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah membuat pola SPMB yang dinilai sangat adil dan objektif agar siswa bisa melanjutkan sekolah. Ada empat jalur pendaftaran yang nantinya bisa menampung siswa diberbagai kalangan.
"SPMB ini ada empat jalur, pertama jalur domisili kuota besar 30 persen, kedua jalur prestasi lebih besar lagi 35 persen, ketiga jalur afirmasi untuk siswa kurang mampu 30 persen, dan terakhir jalur mutasi 5 persen," kata Erisman.
Tahapan awal SPMB dimulai dengan aktivasi akun, pengisian data pribadi, serta unggah dokumen yang berlangsung pada 8 hingga 14 Juni 2026. Pada periode tersebut, calon murid diharapkan memastikan seluruh data yang diinput sesuai dengan dokumen asli agar tidak mengalami kendala pada proses verifikasi.
Selanjutnya, proses pendaftaran dan pemilihan sekolah dibuka mulai 10 hingga 19 Juni 2026. Pada waktu yang sama, pihak sekolah akan melakukan verifikasi terhadap seluruh berkas dan data yang diunggah oleh calon peserta. Dilanjutkan dengan verifikasi data oleh sekolah dijadwalkan selesai pada 20 Juni.
Setelah seluruh data diverifikasi, proses seleksi dan rekonsiliasi hasil pendaftaran akan dilakukan pada 21 Juni 2026. Hasil seleksi tersebut kemudian akan diumumkan pada 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Bagi calon murid yang dinyatakan lulus seleksi dan diterima di SMA maupun SMK Negeri, diwajibkan melakukan daftar ulang pada 23 hingga 26 Juni 2026 sebagai bentuk konfirmasi penerimaan