SIAK, CELOTEHRIAU.COM - Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur'an Siak Kampung Sialang Sakti Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, Riau kembali menorehkan langkah penting dalam perjalanan pendidikannya.
Memasuki tahun kedua sejak berdiri, lembaga pendidikan Islam itu menggelar Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026, dengan mewisuda sebanyak 53 santri dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), dan program Tahfidz Bittuqo, Selasa 17 Juni 2026.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah namun tetap sarat nilai religius. Para peserta wisuda terlebih dahulu diarak mengelilingi lokasi acara dengan iringan Marching Band MTs-MA Bustanul Ulum, menciptakan suasana penuh kebanggaan bagi para santri dan orang tua yang hadir.
Usai pawai, acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda yang berlangsung khidmat. Ratusan tamu undangan yang terdiri dari wali santri, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, serta unsur pemerintah kampung tampak memenuhi lokasi acara untuk menyaksikan capaian para santri yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan mereka.
Hadir dalam kesempatan tersebut Pengurus Yayasan Ibu Lailatul, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Siak Drs. Fadlulloh, serta Penghulu Kampung Sialang Sakti Toha Nasrudin.
Yang membedakan Haflah Akhirussanah tahun ini dengan kegiatan serupa di banyak lembaga pendidikan lainnya adalah adanya pelaksanaan munaqosah terbuka, yakni pengujian kemampuan santri secara langsung di hadapan para hadirin.
Dalam sesi tersebut, santri diuji satu per satu terkait kemampuan membaca Al-Qur'an, hafalan, serta pemahaman materi yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di pondok pesantren. Metode ini mendapat perhatian dan apresiasi dari para tamu yang hadir karena menunjukkan kualitas pembinaan yang dilakukan secara terukur dan transparan.
Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. Fadlulloh, menyebut sistem tersebut sebagai salah satu keunggulan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur'an Siak.
"Sepanjang yang saya ketahui, Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur'an merupakan satu-satunya pesantren di Kabupaten Siak yang melaksanakan munaqosah santri secara terbuka dengan menguji satu per satu peserta di hadapan masyarakat dan wali santri. Ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam menjaga mutu pendidikan Al-Qur'an," ujarnya.
Menurut Fadlulloh, keberanian menampilkan kemampuan santri secara langsung di depan publik menjadi bukti bahwa proses pembelajaran yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada seremonial wisuda, tetapi benar-benar memastikan setiap santri memiliki kompetensi yang telah ditargetkan.
Sementara itu, Pengurus Yayasan, Ibu Lailatul, menjelaskan bahwa program unggulan yang dikembangkan di pesantren tersebut adalah Tahfidz Bittuqo, sebuah metode pembelajaran Al-Qur'an yang dirancang untuk membentuk kemampuan dasar santri dalam membaca dan menulis Al-Qur'an secara baik dan benar sesuai kaidah tajwid.
Setelah menguasai tahapan tersebut, para santri kemudian dibimbing untuk memasuki jenjang berikutnya, yakni program hafalan Al-Qur'an secara bertahap dan berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan anak-anak tidak hanya hafal Al-Qur'an, tetapi juga mampu membaca dengan benar, memahami adab terhadap Al-Qur'an, dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup mereka," jelasnya.
Ia menambahkan, memasuki tahun kedua, perkembangan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur'an menunjukkan tren positif. Kepercayaan masyarakat terus meningkat seiring bertambahnya jumlah santri yang mengikuti pendidikan tahfidz dan diniyah.
Di sisi lain, Penghulu Kampung Sialang Sakti Toha Nasrudin mengapresiasi kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman di wilayahnya.
Menurutnya, keberadaan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi benteng moral bagi generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.
"Kami merasa bangga memiliki lembaga pendidikan Al-Qur'an seperti ini. Semoga terus berkembang dan melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur'an, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Suasana haru terlihat ketika para wali santri menyaksikan anak-anak mereka menerima penghargaan dan pengakuan atas hasil belajar yang telah ditempuh. Tidak sedikit orang tua yang meneteskan air mata bangga saat putra-putri mereka menunjukkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an di hadapan para tamu undangan.
Haflah Akhirussanah tahun ini bukan sekadar seremoni penamatan pendidikan, tetapi menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur'an Siak dalam membangun generasi Qurani yang unggul, berilmu, berakhlak mulia, serta siap menjadi penerus pembangunan umat dan bangsa.
Di usia yang baru memasuki tahun kedua, Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur'an Siak terus meneguhkan langkahnya sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengedepankan kualitas, integritas, dan kecintaan terhadap Al-Qur'an sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi masa depan.