Hampir 4 Ribu Lulusan SD Tak Tertampung di SMP Negeri

Hampir 4 Ribu Lulusan SD Tak Tertampung di SMP Negeri
Ilustrasi

CR - Keterbatasan daya tampung Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Pekanbaru membuat hampir 4.000 lulusan Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 ini tidak dapat tertampung di sekolah negeri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru menggandeng puluhan SMP swasta sebagai mitra dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, jumlah siswa yang menamatkan pendidikan SD pada tahun ini mencapai sekitar 19.200 orang. Sementara kuota penerimaan di SMP negeri hanya tersedia untuk 15.216 siswa. Dengan demikian, terdapat sekitar 3.984 lulusan SD yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemerintah telah menyiapkan solusi dengan melibatkan sekolah swasta agar seluruh lulusan SD tetap dapat melanjutkan pendidikan.

"Sekolah tersebut menjadi opsi bagi calon peserta didik dalam SPMB tingkat SMP negeri di Kota Pekanbaru," kata Markarius, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, peserta didik tidak hanya dapat memilih SMP negeri, tetapi juga sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Saat ini tercatat 23 SMP swasta telah masuk dalam skema kemitraan dan siap menampung siswa yang belum diterima di sekolah negeri.

Sekolah yang tergabung dalam program tersebut antara lain SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu, SMP IT Al-Muhajirin, SMP Tri Bhakti, SMP Pekerti Mulya, SMP Islam YLPI, SMP Masmur, SMP Tunas Karya.

Kemudian, SMP Nurul Falah, SMP Yabri Terpadu, SMP Widya Graha, SMP PGRI, SMP Dwi Sejahtera, SMP IT Masmur 2 School, SMP Nurul Falah Kulim, SMP Muhammadiyah 5, SMP Islam Nurul Hidayah, SMP Plus At Thoiba, SMP Bukit Raya, SMP IT Darul Fiy Azkya, dan SMP IT Aziziyyah.

Markarius menegaskan, siswa yang bersekolah di SMP swasta mitra pemerintah tersebut dapat mengenyam pendidikan secara gratis.

Pemko Pekanbaru juga masih membuka peluang kerja sama dengan sekolah swasta lainnya guna memastikan seluruh lulusan SD mendapatkan akses pendidikan.

Ia menyebut kerja sama dengan sekolah swasta menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri, terutama bagi wilayah yang masih sulit mengakses SMP negeri. Pemerintah telah melakukan pembahasan dan simulasi awal terkait skema tersebut dalam rapat koordinasi petunjuk teknis SPMB 2026.

"Jadi para calon peserta didik bisa langsung terakomodir, jangan sampai ada yang tidak dapat sekolah," cakapnya.

Pada SPMB 2026, penerimaan peserta didik dilakukan melalui beberapa jalur, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.