Wawako Pekanbaru Soroti Masalah Obat Kadaluwarsa, Dorong Transformasi Layanan Farmasi

Wawako Pekanbaru Soroti Masalah Obat Kadaluwarsa, Dorong Transformasi Layanan Farmasi

PEKANBARU - Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menekankan pentingnya pembenahan manajemen pengawasan dan pengamanan obat-obatan di Kota Pekanbaru. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) HISFARSI yang digelar di Pekanbaru, Kamis (25/6/2026).

Markarius berharap pertemuan ilmiah ini menjadi momentum untuk membawa kebaikan dan kemajuan bidang farmasi di ibu kota Riau.

“Pertemuan Ilmiah ini diharapkan membawa kebaikan dan kemajuan Farmasi di Kota Pekanbaru. Memang tantangan terbesar kita saat ini tentang bagaimana manajemen pengawasan dan pengamanan dari obat-obatan,” kata Markarius Anwar.

Ia menyoroti masih banyak obat yang terbuang sia-sia karena kadaluwarsa sebelum sempat digunakan pasien.

“Banyak obat-obatan kita yang belum sempat dipakai namun sudah kadaluwarsa. Dan yang paling penting menjadi perhatian ini, tentang bagaimana transformasi pada bidang pelayanan kesehatan, bagaimana masyarakat kita terlayani dengan baik, khususnya pada saat perolehan obat-obatan dari apoteker,” katanya.

Dikatakan Markarius, selain bersinergi dengan Balai BPOM, pihaknya juga melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru tengah menata sistem penyimpanan dan tata kelola obat-obatan.

“Memang dalam hal ini kita terus bersinergi dengan BPOM. Namun, di samping itu, Diskes Pekanbaru juga sedang menata ulang sistem penyimpanan dan tata kelola obat agar lebih efisien dan aman,” katanya.

“Obat mana yang harus didahulukan distribusinya, lalu menghitung berapa obat yang harus kita beli, karena harus sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga tidak ada obat yang terbuang,” jelas Markarius.

Ia berharap transformasi di bidang farmasi ini berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat.

“Sesuai dengan Arah Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, bahwa Apoteker tidak hanya berperan sebagai penyedia obat, tetapi juga pengawas mutu dan keamanan obat sampai ke tangan pasien,” simpulnya.