KAMPAR, celotehriau.com – Upaya pencarian selama tiga hari terhadap Rifki Marwanda (21), pemuda yang terjatuh ke Sungai Kampar dari Jembatan Rantau Berangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, akhirnya membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi tewas pada Kamis (16/7/2026) pagi, sekitar 5,4 kilometer dari lokasi kejadian. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup.
Korban yang merupakan warga Dusun Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, ditemukan sekitar pukul 09.40 WIB setelah Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran Sungai Kampar.
"Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 09.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia pada jarak kurang lebih 5,4 kilometer dari lokasi kejadian," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi.
Budi menjelaskan, korban ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar hingga radius sekitar enam kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke Puskesmas Kuok untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Budi menyampaikan, apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja tanpa henti selama proses pencarian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bersinergi dan bekerja maksimal dalam pelaksanaan operasi ini. Semoga dedikasi dan kerja sama yang terjalin menjadi wujud nyata pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya, Rifki dilaporkan terjatuh ke Sungai Kampar dari Jembatan Rantau Berangin pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum terjatuh korban diduga melakukan standing atau mengangkat roda depan sepeda motornya saat melintas di atas jembatan yang memiliki panjang sekitar 200 meter.
Kasat Lantas Polres Kampar AKP Wulan Afdhalia Ramdhani mengatakan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban diduga kehilangan kendali saat melakukan aksi tersebut.
"Berdasarkan keterangan saksi, korban melakukan standing, kemudian hilang kendali, menabrak pembatas jembatan, lalu terjatuh ke Sungai Kampar bersama sepeda motornya," kata Wulan, Rabu (15/7/2026).
Usai menerima laporan, Unit Gakkum Satlantas Polres Kampar bersama Tim SAR gabungan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pencarian terhadap korban.
Operasi pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, BPBD Kabupaten Kampar, Polres Kampar, TNI, pemerintah setempat, serta masyarakat selama tiga hari hingga korban akhirnya ditemukan.*