Wawako Markarius Launching Goes to School, Gencarkan Edukasi Pencegahan HIV/AIDS di SMPN 42

Wawako Markarius Launching Goes to School, Gencarkan Edukasi Pencegahan HIV/AIDS di SMPN 42

PEKANBARU, celotehriau.com – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Komisi Penanggulangan AIDS KPA berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru secara resmi meluncurkan program _Goes to School_. Kegiatan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dan IMS ini digelar di SMP Negeri 42 Pekanbaru, Jumat 17 Juli 2026. Ratusan siswa dan majelis guru mengikuti kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedy Sambudi, Sekretaris KPA Pekanbaru Ferlan Niko, Bendahara KPA Pekanbaru Farid Rahman Dinata, Kabid SMP Disdik Pekanbaru Desi, para Komisioner KPA Pekanbaru, serta narasumber drg. Helda Surya Munir dan dr. Dedy Khairul Ray.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Markarius menyampaikan bahwa kegiatan _Goes to School_ sekaligus menjadi penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah MPLS di SMPN 42 Pekanbaru.

"Alhamdulillah, dalam penyuluhan tadi kami didampingi Sekretaris Dinkes Kota Pekanbaru Pak Dedy Sambudi, serta dokter Ray dan Bu Helda. Mereka memberikan pemahaman kepada siswa dan majelis guru. Kegiatan ditutup dengan ceramah terkait perilaku-perilaku menyimpang," ujar Wawako.

Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya membahas HIV/AIDS. Generasi muda juga diingatkan untuk menjauhi perilaku berisiko yang dapat merusak masa depan. Ia menekankan pentingnya menjaga pergaulan, menghindari seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku lain yang berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit.

"Kami ingin menggugah kesadaran generasi muda agar memikirkan masa depan dan harapan orang tua. Sebentar lagi mereka akan memasuki dunia perkuliahan dan hidup lebih mandiri. Karena itu, mereka harus memahami sejak dini berbagai risiko yang mungkin dihadapi dan cara menghindarinya," katanya.

Wawako berharap edukasi sejak dini dapat mencegah risiko penularan HIV/AIDS. Ia juga mengingatkan siswa untuk menghindari perilaku menyimpang, termasuk LGBT, yang telah dijelaskan dalam penyuluhan.

"Kami mengajak seluruh siswa untuk menjaga diri, aurat, dan pergaulan. Jika ada yang menyentuh bagian sensitif, segera laporkan kepada orang tua. Jika di sekolah, laporkan kepada majelis guru agar segera ditindaklanjuti. Jangan didiamkan," ajaknya.

Ia juga meminta para guru untuk segera merespons setiap aduan terkait perilaku menyimpang dari siswa. KPA, lanjutnya, siap memberikan pendampingan lanjutan ke sekolah-sekolah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan, pihaknya sengaja turun langsung ke sekolah untuk memberikan pemahaman. Siswa SMP diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali adik-adik dengan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai risiko penyakit menular, termasuk HIV/AIDS," ujar Dedy Sambudi.

Untuk memperkuat pemahaman, panitia menghadirkan drg. Helda Surya Munir dan dr. Dedy Khairul Ray. Para peserta mendapatkan materi tentang HIV/AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, hingga sesi dialog interaktif.

Kepala SMPN 42 Pekanbaru Misrawati menyampaikan apresiasi kepada Pemko Pekanbaru. Sebanyak 975 siswa hadir dalam kegiatan ini. Jika ditambah majelis guru, jumlahnya hampir mencapai seribu orang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar dan Sekretaris Dinkes Bapak Dedy Sambudi yang telah memberikan penyuluhan kepada murid-murid kami," ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. "Kami berharap Dinkes dan KPA Pekanbaru terus menggelar kegiatan ini agar kami terbantu dalam memberikan pemahaman kepada murid terkait perilaku menyimpang di lingkungan sekolah," tutupnya.(YAQ)