FA Tak Lagi Dukung Infantino Jadi Presiden FIFA

FA Tak Lagi Dukung Infantino Jadi Presiden FIFA

LONDON (celotehriau.com) - Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan bersiap mencabut dukungan terhadap Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) periode 2027-2031.

Langkah tersebut akan memperbesar tekanan terhadap Infantino setelah sejumlah federasi sepak bola Eropa mulai menarik dukungan pada pemilihan presiden FIFA di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027.

Disebutkan, Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW), Federasi Sepak Bola Serbia, dan Federasi Sepak Bola Swedia telah mencabut dukungan terhadap Infantino. Inggris diperkirakan mengambil langkah serupa.

FAW menjadi federasi pertama yang secara terbuka menarik dukungan. Federasi tersebut menilai sejumlah persoalan dalam tata kelola, proses pengambilan keputusan, kepemimpinan, komunikasi, dan pertimbangan kebijakan membuat Infantino kehilangan kepercayaan mereka.

Sementara itu, FA Inggris telah menyatakan berdiri bersama federasi-federasi Eropa dalam menentang rencana FIFA melibatkan investor swasta dalam pengelolaan kepentingan komersial kompetisinya.

“Kami berdiri bersama rekan-rekan kami di Eropa dan sepenuhnya mendukung pandangan bersama. Kami menentang rencana FIFA. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola dan akan selalu demikian,” kata juru bicara FA Inggris.

Hingga Selasa (4/8/2026) pagi WIB, laman resmi FA Inggris belum memuat pengumuman khusus mengenai pencabutan dukungan terhadap pencalonan Infantino. Namun, sejumlah media Inggris melaporkan keputusan tersebut sedang dipersiapkan.

Penolakan terhadap Infantino menguat setelah FIFA mengusulkan penjualan saham sekitar 20% dalam aset komersial Piala Dunia dan kompetisi lainnya kepada investor swasta. Investor bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) itu disebut dapat menghasilkan dana hingga US$ 4,2 miliar.

FIFA kemudian membatalkan rencana tersebut setelah mendapatkan penolakan dari berbagai konfederasi dan federasi nasional. Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menyambut pembatalan itu, tetapi menilai persoalan mengenai tata kelola dan kepemimpinan FIFA belum selesai.

UEFA juga menyatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum, arbitrase, maupun pengaduan regulasi berkaitan dengan rencana FFE dan proses yang menyertainya. Langkah itu menunjukkan perselisihan antara UEFA dan FIFA telah melampaui perbedaan pandangan mengenai kebijakan komersial.

Infantino sebelumnya telah mengumumkan akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden FIFA pada 2027. Kongres FIFA ke-77 yang memuat agenda pemilihan tersebut dijadwalkan berlangsung di Rabat pada 18 Maret 2027.

Sebelum munculnya penolakan dari Eropa, Infantino diperkirakan tidak akan menghadapi pesaing kuat. Namun, pencabutan dukungan oleh sejumlah federasi membuka peluang munculnya kandidat alternatif.

Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi dan Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) Victor Montagliani termasuk nama yang disebut dalam pembicaraan mengenai calon penantang. Akan tetapi, belum ada konfirmasi keduanya akan mengikuti pemilihan.

Perkembangan dalam beberapa bulan mendatang akan menentukan apakah penolakan federasi-federasi Eropa berkembang menjadi tantangan serius terhadap Infantino atau hanya menjadi tekanan untuk mendorong perubahan tata kelola FIFA.