PEKANBARU (celotehriau.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengonfirmasi keberadaan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Provinsi Riau. Data ini mengindikasikan adanya kebakaran lahan atau kebun yang sedang aktif dan membutuhkan penanganan segera.
Berdasarkan pantauan Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, dari total 67 titik panas yang terdeteksi pada update Kamis (20/8/2026), terdapat 7 titik yang memiliki nilai kepercayaan (confidence level) antara 80 hingga 100 persen. Status "tinggi" ini menandakan probabilitas kehadiran api fisik di lokasi tersebut sangat besar dan bukan merupakan anomali satelit.
"Titik-titik dengan confidence tinggi ini terkonsentrasi di dua wilayah utama, yaitu Kecamatan Mandah di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kecamatan Kerumutan di Kabupaten Pelalawan," ujar Putri, Kamis (20/8/2026).
Sementara itu, sisa titik panas lainnya tersebar dengan tingkat kepercayaan "sedang" (30-79%). Kabupaten Pelalawan tetap menjadi wilayah dengan jumlah titik terbanyak, yakni 50 titik, yang sebagian besar berlokasi di klaster Kerumutan. Disusul Indragiri Hulu 9 titik, Indragiri Hilir 6 titik, serta masing-masing 1 titik di Rokan Hulu dan Rokan Hilir.
Sementara itu, di regional Pulau Sumatra tercatat total 863 titik panas yang tersebar sepuluh provinsi. Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 271 titik, diikuti Bangka Belitung 183 titik dan Jambi 118 titik.
Selebihnya, hotspot terdeteksi di Aceh 107 titik, Lampung 84 titik, Riau 67 titik, Bengkulu 13 titik, Kepulauan Riau 8 titik, Sumatera Utara 7 titik, dan Sumatera Barat 5 titik.