PEKANBARU (celotehriau.com) - Presiden Prabowo Subianto mengancam akan mencabut semua izin jika ada korporasi yang membakar atau menyuruh masyarakat membakar lahan.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Riau, Pangdan XIX Tuanku Tambusai, Kapolda Riau dan BPBD membahas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, Senin (24/8/2026).
"Kalau ada yang mau membakar lahan beri mereka penjelasan bahwa membakar lahan dilarang keras. Kalau butuh membuka lahan, pemerintah, TNI, Polri, akan bantu mereka. Tapi tidak boleh membakar lahan," kata Prabowo.
Tak hanya itu, Presiden meminta pihak intelijen untuk turun menyelidiki penyebab kebakaran lahan.
"Selidiki kalau ada korporasi yang membakar. Kalau ada indikasi menyuruh membakar lahan, izin akan dicabut. Saya tidak akan main-main," kata Presiden lagi.
Pada kesempatan tersebut Presiden Prabowo juga mengapresiasi penanggulangan karhutla yang dilakukan Tim Satgas di Riau.
Sebelumnya Kepala Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBDPK Riau, M Edy Afrizal, di hadapan Presiden menyampaikan bahwa pada periode Januari hingga Agustus 2026 terdapat 16.277 hektare yang terbakar di Provinsi Riau, dengan jumlah hotspot mencapai 10.514 titik. Di antaranya yang menjadi firespot sebanyak 521 titik.
Akan tetapi saat ini luas lahan yang terbakar di Riau tersisa 900 hektare yang tersebar di empat kabupaten yakni Pelalawan, Kampar, Inhil dan Inhu.
Dalam diskusi tersebut Presiden Prabowo mengingatkan bahwa jangan sampai titik panas berkembang menjadi titik api dan semakin meluas. "Jika perlu buatkan sumur bor yang banyak," ujar Prabowo.
Sementara itu Kapolda Riau Herry Heryawan mengatakan dari hasil penyelidikan selama ini semua karhutla disebabkan oleh faktor manusia.
Hadir mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Riau diantaranya Panglima TNI, Kapolri, Sekretaris Kabinet, Mendagri.