Damkar Pekanbaru Gandeng 4 Lapas, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran

Damkar Pekanbaru Gandeng 4 Lapas, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran
Damkar Pekanbaru bersama Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Lapas Sialang Bungkuk, Lapas Perempuan Pekanbaru, dan Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berkomitmen menjaga kerja sama harmonis.

PEKANBARU, celotehriau.com – Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran dan kondisi darurat. Kali ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Kota Pekanbaru membangun kolaborasi dengan empat lembaga pemasyarakatan Lapas di wilayahnya.

Kolaborasi tersebut melibatkan Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Lapas Kelas IIB Sialang Bungkuk, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, dan Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru. Penandatanganan kerja sama berlangsung Rabu 9/9/2026.

Sinergi lintas instansi ini menjadi langkah strategis memperkuat koordinasi penanganan darurat. Fokusnya pada kebakaran, penyelamatan, keselamatan penghuni lapas, serta kesiapan merespons situasi cepat.

Kepala Dinas Damkar Kota Pekanbaru Zarman Candra mengatakan, kerja sama ini bagian dari komitmen mewujudkan Pekanbaru yang Aman.

"Kolaborasi Damkar dengan Kalapas Narkotika, Kalapas Perempuan, Kalapas Sialang Bungkuk, dan Kalapas Kelas IIA Pekanbaru ini dalam rangka mewujudkan Pekanbaru AMAN," ujar Zarman.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak bisa dilakukan satu instansi saja. Diperlukan komunikasi dan koordinasi kuat agar setiap potensi darurat dapat ditangani cepat dan tepat.

"Kegiatan ini menjadi momentum membangun komunikasi dan hubungan kelembagaan yang semakin baik antarpihak," katanya.

Perkuat Respons Saat Keadaan Darurat

Lingkungan pemasyarakatan memiliki karakteristik khusus. Karena itu, penanganan kebakaran dan darurat harus dilakukan secara terkoordinasi.

Melalui kolaborasi ini, Damkar Pekanbaru bersama jajaran Lapas berkomitmen memperkuat komunikasi dan membangun pola kerja sama dengan instansi terkait.

Sinergi ini diharapkan mempercepat respons jika terjadi kebakaran atau kondisi lain yang butuh penanganan bersama.

Selain kesiapan petugas pemadam, aspek keselamatan, evakuasi, koordinasi personel, dan kesiapan lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam menghadapi situasi darurat.

Menuju Pekanbaru yang Aman

Zarman menyampaikan, kolaborasi Damkar dengan jajaran Lapas adalah bentuk nyata semangat kebersamaan antarlembaga. Tujuannya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Dengan komunikasi yang baik, koordinasi solid, dan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, lingkungan pemasyarakatan diharapkan semakin tanggap menghadapi ancaman kebakaran dan darurat lainnya.

Sebagai langkah antisipasi, Zarman menganjurkan setiap rumah, tempat usaha, dan gedung menyediakan Alat Pemadam Api Ringan APAR. Dengan begitu, kebakaran dapat ditangani sejak awal sebelum membesar.

"Keberadaan APAR sangat penting sebagai pertolongan pertama saat api muncul. Penanganan cepat bisa mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan kerugian," jelasnya.

Damkar Kota Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melapor jika terjadi kebakaran atau kondisi darurat. Laporan dapat disampaikan melalui layanan TRC Pekanbaru Aman 112. Layanan darurat terpadu bebas pulsa ini beroperasi 24 jam dan dapat diakses gratis oleh seluruh masyarakat.

Dengan meningkatnya kewaspadaan, kepatuhan terhadap standar keselamatan, dan dukungan masyarakat, Damkar Kota Pekanbaru berharap risiko kebakaran saat musim kemarau dapat ditekan. Dengan demikian, keamanan dan kenyamanan warga tetap terjaga.

Damkar Pekanbaru bersama Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Lapas Sialang Bungkuk, Lapas Perempuan Pekanbaru, dan Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berkomitmen menjaga kerja sama harmonis. Kerja sama ini bagian dari upaya mewujudkan Pekanbaru yang aman, tanggap, dan siap menghadapi kondisi darurat.(***/CR8)