Riau Masih Sisakan 2 Titik Api, Upaya Pemadaman Hingga Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan

Riau Masih Sisakan 2 Titik Api, Upaya Pemadaman Hingga Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan

PEKANBARU (celotehriau.com) - Titik panas atau Hotspot di Riau per 10 September 2026 terhitung 30 titik. Puluhan Hotspot itu terpantau di tiga daerah di Riau.

Berdasarkan data dari BMKG, tiga daerah yang terpantau rentan terhadap kebakaran itu yakni Indragiri Hulu (Inhu) dengan 26 titik, Kepulauan Meranti 3 titik dan Pelalawan 3 titik.

Kemudian berdasarkan data BPBDP Riau per tanggal 9 September kemarin, terpantau ada 245 hotspot di Riau. Titik panas itu tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Riau, kecuali Kota Pekanbaru.

Dari data BPBDP tersebut, hanya ada 2 titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Riau. Dua titik api yang tersisa itu ada di Inhu.

Sementara titik api sebelumnya sudah ditangani dengan baik dan dalam proses pendinginan menuju pemadaman. Saat ini ada 26 titik asap yang sedang tahap pendinginan.

Titik asap itu tersebar di 9 kabupaten/kota, di antaranya Inhil 6 titik, Bengkalis 5 titik, Inhu 4 titik, Siak 4 titik, Kampar 2 titik, Meranti 2 titik, Rohil 1 titik, dan Dumai 1 titik.

Kepala Pelaksana BPBDP Provinsi Riau, M Edy Afrizal, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat maupun udara.

"Yang saat ini kita tangani ini ada di Inhu, penanganan dilakukan dengan operasi darat maupun udara. Karena kita punya 4 helikopter, dan itu yang sedang kita tangani," ujar Edy, Kamis (10/9/2026).

Dalam upaya pemadaman, pihaknya tidak hanya mengandalkan personel darat maupun helicopter bombing. Pihaknya juga mengupayakan modifikasi cuaca agar terjadi hujan di lokasi kebakaran.

Hanya saja untuk memodifikasi cuaca ini diperlukan awan hujan. Jika ada potensi awan, maka pihaknya akan melakukan penyemaian terhadap awan tersebut.

"Kalau ada potensi awan mungkin kita akan semai, karena modifikasi ini membutuhkan awan," jelasnya.