101 Kafilah Berebut Piala Bergilir, Camat Kulim Buka MTQ Pebatuan

101 Kafilah Berebut Piala Bergilir, Camat Kulim Buka MTQ Pebatuan

PEKANBARU, celotehriau.com – Suasana religius dan budaya menyambut kedatangan Camat Kulim Fajri Adha bersama rombongan saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran MTQ ke-X tingkat Kelurahan Pebatuan, Minggu 20/9/2026.

Kedatangan rombongan disambut silat tradisional, iringan kompang, dan lantunan rebana ibu-ibu hingga menuju lokasi pembukaan di Masjid Husnul Khatimah, RW 09 Kelurahan Pebatuan.

Sebanyak 101 kafilah dari 15 RW tampil dalam ajang yang menjadi wadah pencarian bibit qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik untuk mewakili Kelurahan Pebatuan pada MTQ tingkat Kecamatan Kulim.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak penyambutan hingga pembukaan. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa memadati lokasi.

Turut hadir Kapolsek Kulim Kompol Didi Antoni, Danramil 05/Sail Mayor Arh Hardi, Ketua TP PKK Kecamatan Kulim Elvira Dian Putri, Sekcam Kulim Peri Susanto, Lurah Pebatuan Suwandi Nasution, para lurah se-Kecamatan Kulim, Ketua Forum RT/RW Kecamatan Zulfikri, Ketua LPM Kecamatan Rahmat, Ketua Forcintaku Kulim, serta seluruh RT/RW se-Kelurahan Pebatuan.

MTQ Bukan Sekadar Perebutan Juara

Camat Kulim Fajri Adha mengapresiasi panitia, peserta, dan masyarakat yang menyukseskan MTQ Pebatuan.

Menurutnya, MTQ tidak semestinya hanya dipandang sebagai lomba membaca dan menghafal Al-Quran. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Quran sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam.

"Melalui MTQ diharapkan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan motivasi masyarakat untuk membaca Al-Quran serta mendalami ajaran Islam," ujar Fajri.

Ia menyebut cabang lomba yang digelar menyasar berbagai kelompok usia, khususnya anak-anak hingga remaja.

Antusiasme masyarakat menjadi modal penting menjaga keberlanjutan kegiatan keagamaan di tingkat kelurahan.

"Bagi Pemerintah Kecamatan Kulim, dukungan masyarakat menjadi modal penting agar MTQ tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Kehadiran masyarakat diharapkan ikut menciptakan lingkungan yang mendorong anak-anak dan remaja semakin dekat dengan Al-Quran," jelasnya.

MTQ juga menjadi bagian pembinaan calon qari dan hafiz yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kecamatan Kulim di ajang lebih tinggi.

"Selain membangun semangat religius di tingkat kelurahan, MTQ ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan calon qari dan hafiz yang nantinya dapat membawa nama Kecamatan Kulim hingga MTQ tingkat Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, bahkan nasional," tutup Fajri.

Kelurahan Kelima dan Terakhir

Fajri menjelaskan, MTQ Kelurahan Pebatuan merupakan pelaksanaan kelima sekaligus terakhir di Kecamatan Kulim tahun ini.

Rangkaian MTQ tingkat kelurahan dimulai sejak 6 September 2026 di Kelurahan Mentangor, Pematang Kapau, Sialang Rampai, Kulim, dan terakhir Pebatuan.

Dengan selesainya rangkaian tersebut, Kecamatan Kulim kini memiliki calon kafilah yang akan diseleksi untuk MTQ tingkat kecamatan.

101 Kafilah Perebutkan Piala Bergilir

Lurah Pebatuan Suwandi Nasution mengatakan MTQ tahun ini diikuti 101 peserta dari 15 RW.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat.

"Antusias warga cukup tinggi, baik yang mengikuti maupun yang hadir. Pesertanya mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, jumlahnya lebih kurang 100 orang. Jumlah ini terbanyak dibandingkan kelurahan lainnya di Kecamatan Kulim tahun ini," sebut Suwandi.

Sejumlah cabang diperlombakan, di antaranya tilawah anak-anak, tilawah remaja, tilawah dewasa, dan tahfiz anak-anak.

Kompetisi tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga mengasah kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran serta menanamkan kecintaan terhadap nilai keagamaan.

Persaingan semakin menarik karena memperebutkan piala bergilir yang sebelumnya berada di RW 04. Piala kini kembali diperebutkan 15 RW.

"Persaingan diharapkan berlangsung sehat dan menjadi motivasi bagi setiap RW untuk terus mendorong generasi muda berprestasi di bidang keagamaan," katanya.

Suwandi optimistis tingginya jumlah peserta dan dukungan masyarakat menjadi modal bagi Kelurahan Pebatuan untuk melahirkan kafilah terbaik.

"Kami optimistis peserta dari Kelurahan Pebatuan bisa menang di tingkat kecamatan maupun kota. MTQ di Pebatuan diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi Qurani sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat," tutupnya.

Pembukaan MTQ ke-X Kelurahan Pebatuan berlangsung meriah. Di balik kemeriahan itu terselip harapan agar 101 kafilah dari 15 RW tidak hanya berlomba menjadi yang terbaik, tetapi tumbuh menjadi generasi yang semakin dekat dengan Al-Quran dan mampu membawa nama Kelurahan Pebatuan ke panggung yang lebih tinggi.(CR8)