Sepanjang 2019 BNNP Sita 112,6 Kilogram Sabu

Sepanjang 2019 BNNP Sita 112,6 Kilogram Sabu
Hasil tangkapan BNNP sepanjang 2019.(CELOTEHRIAU.COM/EN)

CELOTEHRIAU. COM(PEKANBARU-)Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, merilis kinerja selama tahun 2019 ini. Disimpulkan, peningkatan pemberantasan mencapai 600 persen.

''Ini bukti kita BNNP Riau tidak main-main dalam memberantas narkotika di Bumi Lancang Kuning,'' kata Kepala BNNP Riau, Brigjen Untung Subagyo, Senin (30/12/2019) di kantornya.

Ditotal sejak awal tahun BNNP berhasil menangkap 72 tersangka, 66 orang laki-laki, enam perempuan.

''Total barang bukti 112,6 kilogram sabu-sabu, 61.053 butir pil ekstasi dan 9,33 kilogram daun ganja,'' terang Untung.

Target yang dibebankan BNN Pusat ke BNNP Riau, hanya 25 berkas. Sehingga, penungkapan di 2019 ini over penyelidikan dengan angka 72 berkas.

''Artinya, ini kita lakukan untuk membuktikan jika pemberantasan narkoba di Riau tidak main-main. Hal itu karena tindak pidana narkoba tidak akan pernah pudar dan akan terus menjadi prioritas kami,'' kata Untung. 

Menurut Untung, secara kuantitas, ditahun 2019 ini angka penyalahgunaan narkotika di Provinsi Riau mengalami penurunan 1,4 persen dibandingkan 2018 silam. Namun tetap mengalami sedikit kenaikan secara kualitas. 

Penurunan tindak pidana narkotika itu sendiri, kata Untung, karena kegiata pencegahan dan penindakan yang kita dilakukan oleh aparat penegak hukum bersama pemerintah setempat.

''Harus diakui memang sulit memberantas narkoba ini 100 persen,'' ujar Untung.

Pemberantasan ini, dapat berhasil, jika semua lapisan masyarakat dan stakeholder terkait untuk mencegahnya. Termasuk, kalangan masyarakat yang ada di pesisir pantai, yakni tempat yang dimanfaatkan memasok narkoba ke daratan.

Selain pemberantasan, Untung mengaku pihaknya bersama pemerintah setempat juga sudah melakukan upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat terhadap kawasan anti narkoba. 

''Selain pemberantasan, kami juga sudah melakukan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Setelah itu kita berikan sertifikat dengan harapan kawasan narkoba itu bisa dirubah pelan-pelan sebagai daerah wisata,'' ujar Untung.