PERHATIAN!Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau Tegaskan SOP Pemakaman Pasien PDP Dan Positif Corona Sama

PERHATIAN!Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau Tegaskan SOP Pemakaman  Pasien PDP Dan Positif Corona  Sama
Jubir Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Riau Dr Indra Yopi didampingi Kadiskes Provinsi Riau Dr Mimi Yuliana Nazir dan Dirut RSUD AA dr Nuzelly.(celotehriau.com)

CELOTEH RIAU.COM (PEKANBARU)--Juru bicara tim gugus tugas Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yopi menegaskan standar operasional pemakaman PDP dan positif Corona adalah sama.

Demikian ditegaskannya saat melakukan  press rilis, Selasa (7/4/2020)  di gedung Serindit, Gubernuran Riau didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Dr Nuzelly.

''Ini yang perlu saya luruskan, bahwa proses pemakaman PDP dan positif Corona itu sama,'' kata Yopi.

Pemberlakuan pemakanan ini, kata Yopi, untuk mengantisipasi kedepannya. Setelah hasil swab dari beberapa pasien PDP yang meninggal dunia, nantinya telah keluar.

''Ya kalau nantinya hasilnya positif gimana, itu sebenarnya yang kita antisipasi. Bagaimana agar SOP ini, disamakan antara pasien positif dan PDP agar disamakan pemakamannya,'' kata Yopi.

Yopi menambahkan, dari data per hari Selasa (7/4/2020) ini, jumlah pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona (Covid-19) di Provinsi Riau terdapat 174 orang. 

Sebanyak 80 pasien PDP itu, telah diperbolehkan pulang, karena hasil swab dari Balitbangkes dinyatakan negatif.

Sisanya, untuk PDP yang masih dalam proses isolasi di rumah sakit sebanyak 87 orang. 

''Memang benar ada 7 PDP meninggal dunia. Tapi hasil tes swab nya memang belum keluar,'' ungkap Yopi.

Dijelaskan Yopi, 7 PDP yang meninggal itu orang pertama merupakan Nyonya BNA (25), meninggal 6 April 2020 di rumah sakit swasta di Pekanbaru.

Pasien dalam pengawasan kedua, tuan AS (66) meninggal 27 Maret di Dumai. Ketiga Nyonya I (53) meninggal di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru pada 2 April 2020.

Lalu, pasien keempat nyonya NEH (51) yang meninggal di rumah sakit swasta Pekanbaru pada 1 April 2020. Kelima tuan SBW (55) meninggal 4 April 2020 di Rumah Sakit Bina Kasih.

Pasien keenam adalah tuan RA (18) meninggal rumah sakit Tembilahan pada 5 April 2020. Ketujuh tuan RA (25) meninggal di rumah sakit Kuansing pada 5 April 2020.

''Untuk ke 7 pasien yang meninggal ini, kita tidak mendapat diagnosis pasti penyebab kematiannya,'' terang Yopi.

Menurut Yopi, hal itu bisa diketahui dengan jalan melakukan autopsi yakni membedah tubuh pasien. 

''Untuk mengetahuinya, perlu dilakukan otopsi. Sementara kita tidak melakukan otopsi,'' sebut Yopi.

Yopi mencontohkan, untuk riwayat pasien AS di Dumai, pihak keluarga menyebutkan memiliki latar belakang penyakit gejala stroke. 

Lalu, untuk pasien PDP yang dirawat di Tembilahan memiliki gejala DBD. Selanjutnya, pasien BNA memiliki gelaja tifus, yang meninggal di RS Swasta.

''Untuk memastikan pasien itu meninggal karena Corona, tentunya perlu di tes Swab. Sementara itu, hasilnya memang belum keluar,'' terang Yopi.

Maka, setelah pihaknya menerima hasil swab ke tujuh pasien itu. Tentunya prosesnya telah selesai. 

''Kalau nantinya hasil swab positif Covid-19, tentunya perlu dilakukan tindakan tes swab bagi keluarga dan para kerabat serta tetanggany,'' jelas Yopi.