Di Hadapan Sugeng Pranoto, PTPN V Akui Serahkan Sapi ke Demokrat Karena Arahan Asri Auzar

Di Hadapan Sugeng Pranoto, PTPN V Akui Serahkan Sapi ke Demokrat Karena Arahan Asri Auzar
Ilustrasi.

CELOTEHRIAU- Polemik hilangnya bantuan dua ekor sapi PTPN V untuk DPRD Riau mendapat titik terang. Itu setelah adanya pertemuan antara Ketua Masjid Daarul Abrar DPRD Riau Sugeng Pranoto dengan pihak manajemen PTPN V. Dalam pertemuan itu pihak PTPN V menegaskan, dua ekor sapi langsung diserahkannya di Kantor DPD Demokrat Riau sesuai dengan arahan Wakil Ketua DPRD Riau yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Riau Asri Auzar.


"Bantuan dua ekor sapi itu untuk DPRD Riau, kami memiliki berita acaranya dan kami memiliki foto dokumentasi yang diterima Anggota DPRD Riau Agung Nugroho di Kantor DPD Demokrat Riau, " ujar Rizki sepeti dilansir dari gaungriau.com, Rabu (12/8).


Dilanjutkannya, sebelum acara serah terima dua ekor sapi tersebut di Kantor DPD Demokrat Riau, Rizki bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Riau yang juga Ketua Partai Demokrat Riau Asri Auzar. Dalam pertemuan tersebut, lanjut Rizki, Asri menyampaikan daging dua ekor sapi kurban bantuan PTPN V akan dibagikan kepada masyarakat daerah terpencil di Riau.


"Karena, katanya sapi kurban di DPRD Riau sudah banyak," ungkap Rizki di hadapan Sugeng.


Mendengar penjelasan Rizki, Ketua Masjid Daarul Abrar Sugeng Pranoto menegaskan panitia kurban Masjid Daarul Abrar DPRD Riau sama sekali tidak ada menerima dua ekor sapi bantuan PTPN V tersebut. Maka dari itu, selaku Ketua Masjid Daarul Abrar DPRD Riau bersama panitia kurban mendatangi PTPN V sesuai dengan permintaan anggota DPRD Riau supaya persoalan tersebut terbuka secara terang benderang.


Padahal, lanjut anggota Fraksi PDIP DPRD Riau ini, seminggu sebelum pelaksanaan pemotongan hewan kurban Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar menyampaikan kepada ketua panitia kurban Masjid Daarul Abrar DPRD Riau ada dua ekor sapi dari PTPN V, kupon daging untuk dua ekor sapi itu sudah dibagikan kepada masyarakat dan dagingnya juga rencananya akan diserahkan ke panti asuhan.


"Akibat sapi tidak ada kita terima, banyak masyarakat yang sudah punya kupon tidak kebagian dan panti asuhan juga tidak dapat daging kurban dari DPRD Riau, " terang Sugeng.