Cegah DBD, Babinsa Gotong Royong Bersama Pemuda Jalan Hangtuah

Cegah DBD, Babinsa Gotong Royong Bersama Pemuda Jalan Hangtuah

CELOTEH RIAU--Babinsa Koramil 02 Kota Kodim 0301 Pekanbaru  Serda Khairuddin gotong royong bersama masyarakat RW 04 Kelurahan Sumahilang Kecamatan Pekanbaru Kota, Jumat 21/8/2020).

Babinsa yang sudah bertugas tiga tahun di wilayah Kelurahan Sumahilang ini bahu membahu  bersama masyarakat dan pemuda pemudi, Jalan Hangtuah 
Gang Sukma membersihkan selokan -selokan di sepanjang gang, saluran air yang di tumbuhi rumput liar serta semak belukar.

Tampak hadir pada giat pagi itu, Bhabinkatimnas Aipda Yofie Handesman, Ketua RW 04 H.Jasrul, Ketua Rt 01,02 dan 03.

"Gotong royong ini merupakan bagian dari komunikasi sosial kita bersama warga binaan.Sebagai pembina Babinsa harus menjadi garda terdepan kemajuan kelurahan ini," kata Serda Khairuddin.

Khairuddin menuturkan, aksi Jumat bersih ini adalah sebagai upaya memberantas sarang nyamuk aides aygipti cikal bakal wabah demam berdarah dengue (DBD).

"Selain virus corona, saat ini kita juga harus mewaspadai demam berdarah," kata Khairuddin.

Oleh karena itu, Khairuddin mengimbau warga untuk memperhatikan kebersihan. lingkungan tempat tinggal.

"Mari sama-sama kita jaga kebersihan lingkungan.Jangan lupa selalu menerapkan 3 M .Menguras, menutup dan menimbun," kata pria yang akrab disapa Udin ini. 

 

 

1.Menguras adalah kegiatan membersihkan bak mandi , tempat penampungan air, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.

2.Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

3.Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.