Bersinergi Majukan Industri Kelapa Sawit, Ini yang Dilakukan Pemuda Muhammadiyah Riau di Kantor DPP Apkasindo

Bersinergi Majukan Industri Kelapa Sawit, Ini yang Dilakukan Pemuda Muhammadiyah Riau di Kantor DPP Apkasindo
Pengurus Pemuda Muhammadiyah Riau foto bersama di Kantor DPP Apkasindo.

PEKANBARU - Dalam rangka menyongsong Program Kemandirian, Pemuda Muhammadiyah melakukan berbagai terobosan dan strategi, salah satunya dengan silaturahmi ke DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) yang langsung dihadiri Pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Riau, pada Kamis (18/03) di kantor Perwakilan DPP Apkasindo di Pekanbaru, Jalan Arifin Ahmad.

Kehadiran para pengurus PWPM Riau ini langsung disambut Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung. Disela-sela acara, Gulat ME Manurung menceritakan jika Kantor Pusat DPP Apkasindo ada di Gedung C Kementan RI Jakarta dan di Riau ini adalah kantor perwakilan DPP. Tidak hanya itu saja, dirinya menyatakan dengan senang hati menerima pengurus dari Pemuda Muhammadiyah Riau.

"Mudah-mudahan pertemuan dengan adik-adik dari Pemuda Muhammadiyah Riau yang tadi membahas soal Industri kelapa sawit sebagai industri strategis dalam perekonomian Indonesia bisa bermanfaat. Apalagi Muhammadiyah sebagai organisasi besar yang saya tahu memiliki banyak kebun sawit dibeberapa Kabupaten Kota di Riau, tentu diharapkan dapat lebih memberikan income untuk organisasi maupun pemberdayaan masyarakat," ujar Gulat sembari mengapresiasi Pemuda Muhamadiyah Riau.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPP Apkasindo juga memasangkan baju rompi Santripreneur Indonesia kepada pengurus PWPM. Masih disampaikan Gulat, bahwa Apkasindo sudah menjalin kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat dan saling sinergi tentang sawit Indonesia.

"Nah baru-baru ini Apkasindo sudah melaksanakan kegiatan Santripreneur berbasis UKMK sawit yang merupakan Program dari Wakil Presiden, yang menghadirkan 55 Pondok Pesantren dari 12 Kabupaten Kota di Riau. Selain itu, kedepan juga akan dilaksanakan di 22 Provinsi Perwakilan Apkasindo," tegasnya.

"Program Santripreneur dipaduserasikan dengan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), seperti di Riau tahun 2021 ini ditargetkan PSR seluas 26.500 Ha dan akan menghasilkan uang masuk ke Riau hingga Rp750 Miliar. Kita harus gotong royong mensukseskan target ini, dan Pak Gubernur Riau sangat berharap capaian tersebut," imbuhnya.

Dirinya juga menambahkan minyak sawit ke depannya akan semakin penting dan merupakan kedaulatan negara melalui sistem kedaulatan energi negara kita, "Produksi Biodiesel yang berbasis minyak sawit yang saat ini terus dikembangkan akan berdampak pada kebutuhan domestik dan internasional, tentu ini sumber devisa strategis pula untuk negara melalui ekspor, CPO dan turunannya," tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWPM Riau, Firdaus berterima kasih atas sharing informasi dengan Apkasindo yang mana ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian Pemuda Muhammadiyah dalam hal pertanian khususnya Industri Sawit. Hasil Perkebunan sawit terbukti telah membantu perekonomian masyarakat, apalagi ditengah pandemi sektor perkebunan kelapa sawit sektor yang stabil secara ekonomi, sosial dan tentunya berkelanjutan.

"Kita berharap prospek industri sawit ke depannya lebih baik lagi. Dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah tentu sangat diharapkan, yang mana saat ini Riau 47% ekonomi Riau bertumpu kepada sektor ini. Ditambah beberapa data yang menyebutkan ketergantungan petani kita terhadap sawit masih besar, dimana Riau dengan luas perkebunan sawit 4,02 juta hektar (26% dari luas nasional), 2,7 juta hektar nya adalah dikelola oleh Petani sawit.  Tentunya kami juga berharap dapat memberikan sumbangsih di sektor ini melalui program yang paduserasi," pungkas Firdaus sembari menyebut tagline Apkasindo yakni sawit adalah kita, kami Pemuda Muhammadiyah siap menjadi bagian dari Duta Sawit Indonesia.