<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://celotehriau.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://celotehriau.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan</title><link>https://celotehriau.com/detail/26139/wako-pastikan-kebijakan-hgb-stc-berjalan-sesuai-aturan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (celotehriau.com)&lt;/strong&gt; &#45; Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan kebijakan terkait Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak ingin mengambil keputusan tanpa dasar hukum yang jelas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung menegaskan, Pemko Pekanbaru tidak pernah menyebut Menteri Dalam Negeri memberikan rekomendasi terkait HGB STC. Pemko hanya melakukan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari kehati&#45;hatian dalam pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Yang kami sampaikan adalah Pemko Pekanbaru telah melakukan konsultasi dengan jajaran Kemendagri terkait ketentuan pengelolaan aset daerah. Bukan rekomendasi dari Bapak Mendagri,&quot; kata Agung, Sabtu (15/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain Kemendagri, Pemko juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk KPK, BPN dan unsur penegak hukum. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Agung, hasil konsultasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemko dalam menentukan langkah terhadap HGB STC setelah masa kerja sama berakhir dan bangunan tersebut menjadi aset Pemerintah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menegaskan, Pemko memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengelolaan aset daerah berjalan sesuai aturan. Di sisi lain, pemerintah juga tetap mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas pedagang di kawasan STC.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami tidak memiliki kepentingan apa pun selain menjalankan aturan, menjaga aset milik masyarakat Pekanbaru, sekaligus mencari solusi terbaik agar kegiatan usaha para pedagang tetap dapat berjalan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung mengatakan Pemko masih mengkaji skema pemanfaatan aset STC yang sesuai dengan ketentuan. Pemerintah juga terbuka terhadap masukan dari DPRD, pedagang maupun pihak lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia mengajak seluruh pihak tidak memperpanjang polemik dan menyelesaikan persoalan STC melalui komunikasi serta mekanisme hukum yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Pemko akan tetap patuh pada aturan sekaligus mencari jalan keluar terbaik bagi masyarakat dan para pedagang STC,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://celotehriau.com/assets/berita/original/51237597032-cakaplahcom_khffn_139120.jpg"/><pubDate>Sat, 15 Aug 2026 12:00:00 +0700</pubDate><guid>https://celotehriau.com/detail/26139/wako-pastikan-kebijakan-hgb-stc-berjalan-sesuai-aturan</guid></item><item><title>YLC PERADI Pekanbaru Dilantik, Siapkan Generasi Advokat Hadapi Hukum Modern</title><link>https://celotehriau.com/detail/26138/ylc-peradi-pekanbaru-dilantik-siapkan-generasi-advokat-hadapi-hukum-modern</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (celotehriau.com)&lt;/strong&gt; &#45; Young Lawyers Committee (YLC) DPC PERADI Pekanbaru periode 2026–2030 resmi dilantik. Kepengurusan baru ini membawa mandat memperkuat kaderisasi dan menyiapkan advokat muda sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di tubuh PERADI.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelantikan digelar di salah satu hotel di Pekanbaru, Jumat (15/8) malam, dengan mengusung tema “Membangun Advokat Muda yang Profesional, Berintegritas dan Adaptif terhadap Perkembangan Hukum Modern”.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepengurusan YLC DPC PERADI Pekanbaru periode 2026–2030 dipimpin Afrimatika Dewi, SH, MH sebagai ketua. Ia didampingi Wakil Ketua Muhammad Irdano SH, Sekretaris Akmal Syahrul Arif SH, Wakil Sekretaris Nilvany Hardicky, SH, Bendahara Lestari SH serta Merry Pamadya Utaya SH MH sebagai wakil bendahara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH, MH dalam kegiatan tersebut diwakili Wakil Ketua Umum H. Sutrisno, SH MHum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sutrisno mengatakan, keberadaan YLC diharapkan tidak hanya mendukung program DPC PERADI Pekanbaru, tetapi juga menjadi ruang bagi advokat muda untuk belajar, berkembang, dan memahami organisasi serta profesinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Harapan daripada DPN PERADI, semoga pengurus Komite Advokat Muda PERADI Pekanbaru yang baru ini bisa mendukung secara penuh program&#45;program daripada Dewan Pimpinan Cabang PERADI Pekanbaru,” ujar Sutrisno seusai kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, YLC memiliki posisi penting dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi advokat. Para advokat muda yang tergabung di dalamnya diharapkan menjadi calon penerus kepemimpinan PERADI.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pengurus PERADI pasti akan berganti. Justru keberadaan advokat&#45;advokat muda yang kemudian terhimpun di dalam Komite Advokat Muda PERADI, nantinya merekalah yang menjalankan tongkat estafet kepemimpinan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sutrisno menjelaskan, PERADI menjalankan sejumlah fungsi yang berkaitan dengan profesi advokat sebagaimana mandat Undang&#45;Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Fungsi tersebut antara lain pengangkatan advokat, penyelenggaraan ujian advokat, pendidikan khusus profesi advokat, pengawasan dan penindakan terhadap advokat, serta pembentukan Dewan Kehormatan dan perangkat pengawasan profesi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menilai keberadaan komite advokat muda menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi organisasi advokat. Menurutnya, keberadaan komite tersebut juga menjadi perhatian dalam perkembangan organisasi advokat di tingkat internasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, Sutrisno meminta YLC DPC PERADI Pekanbaru serius menjalankan program kaderisasi dan membangun sinergi dengan DPC PERADI Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain kaderisasi, ia mendorong YLC memperkuat pemahaman advokat terhadap perkembangan hukum, khususnya perubahan ketentuan hukum pidana nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, sosialisasi mengenai ketentuan hukum pidana yang baru penting dilakukan agar advokat, terutama generasi muda, memiliki pemahaman yang memadai dalam menjalankan tugas pendampingan dan pembelaan terhadap klien.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“DPN PERADI selalu mengadakan sosialisasi kalau ke daerah&#45;daerah tentang berlakunya KUHP yang baru. Mungkin bisa dijadwalkan untuk dilakukan sosialisasi juga bagi advokat&#45;advokat muda, bahkan seluruh advokat yang ada di Pekanbaru,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Siapkan Program Go to Campus dan Go to School&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Ketua YLC DPC PERADI Pekanbaru Afrimatika Dewi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kapasitas advokat muda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah satunya melalui program go to campus dan go to school. Program tersebut ditujukan untuk memperkenalkan YLC serta memberikan pemahaman mengenai profesi dan peran advokat kepada pelajar dan mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Program kita dari Young Lawyers Committee PERADI Pekanbaru mungkin akan melakukan go to campus dan go to school untuk memperkenalkan bahwa kita ini ada,” kata Afrimatika.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;YLC juga akan memberikan pembinaan kepada advokat muda, khususnya mereka yang baru disumpah. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan kader untuk kepemimpinan organisasi pada masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita akan mengkader anggota&#45;anggota PERADI yang young, yang baru disumpah. Kita juga akan memberikan sosialisasi bahwa kita ini akan menciptakan kader untuk kepemimpinan berikutnya, untuk estafet berikutnya,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk memperluas kegiatan edukasi dan pengembangan kapasitas, YLC DPC PERADI Pekanbaru berencana menggandeng Pusat Bantuan Hukum (PBH), perguruan tinggi, dan sejumlah pihak lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kerja sama tersebut akan diarahkan pada penyelenggaraan seminar, sosialisasi hukum, serta kegiatan yang melibatkan advokat muda, termasuk pembahasan mengenai KUHP yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita akan melakukan kerja sama dengan PBH, universitas dan lainnya. Kita akan mengumpulkan advokat&#45;advokat muda untuk mengadakan seminar dan seterusnya, termasuk sosialisasi mengenai KUHP yang baru,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebagai langkah awal memperkuat jejaring, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara YLC DPC PERADI Pekanbaru dengan BNN Kota Pekanbaru dan sejumlah universitas di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Afrimatika berharap berbagai program tersebut dapat meningkatkan kapasitas advokat muda sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi perubahan hukum dan kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelantikan YLC DPC PERADI Pekanbaru periode 2026–2030 menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan agenda kaderisasi dan melahirkan advokat muda yang profesional, berintegritas, serta mampu beradaptasi dengan dinamika hukum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut dihadiri pengurus PERADI, aparat penegak hukum, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan. Di antaranya Wasekjen DPN PERADI Dr. Yusril Sabri, SH MH, Wakil Sekretaris YLC Pusat Despa Hari Siregar, SH, Korwil PERADI Sumbar, Riau, dan Kepri Muharnis, SH MH serta Ketua Caretaker DPC PERADI Pekanbaru Iwat Endri, SH, MH.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Turut hadir Ketua PBH PERADI Pekanbaru Syahidila Yuri, SH MH, Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Pol Dr. Wawan, SH MH, Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Riau AKBP Rooy Noor, SIK MH, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan perwakilan institusi lainnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://celotehriau.com/assets/berita/original/38357902267-cakaplahcom_urmgc_139119.jpg"/><pubDate>Sat, 15 Aug 2026 11:00:00 +0700</pubDate><guid>https://celotehriau.com/detail/26138/ylc-peradi-pekanbaru-dilantik-siapkan-generasi-advokat-hadapi-hukum-modern</guid></item><item><title>Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan</title><link>https://celotehriau.com/detail/26137/gempa-m-77-di-ntt-picu-kerusakan-bangunan</link><description>&lt;p&gt;RUTENG (celotehriau.com) &#45; Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut telah membuat kerusakan bangunan pada sejumlah wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB. Episentrum gempa berada di koordinat 8,41 derajat lintang selatan (LS) dan 121,39 derajat bujur timur (BT), sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, BMKG mencatat gempa tersebut berkekuatan M 7,0 pada pukul 04.58.23 WIB, dengan pusat gempa sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dan kedalaman 10 kilometer. Namun, parameter gempa kemudian diperbarui menjadi M 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seiring dengan kejadian tersebut, BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami. Pada peringatan dini pertama, BMKG menyebut potensi tsunami untuk wilayah NTT. Selanjutnya, melalui pemutakhiran peringatan dini kedua, cakupan wilayah diperluas menjadi NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Berpotensi tsunami di wilayah: NTB, NTT, Sulsel dan Sultra,” tulis BMKG dalam informasi pemutakhiran peringatan dini tsunami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BMKG meminta informasi potensi tsunami tersebut diteruskan kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat diminta mengikuti arahan peringatan dini tsunami dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan BMKG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Potensi tsunami untuk diteruskan pada masyarakat. Ikuti arahan peringatan dini tsunami dari BPBD, BNPB dan BMKG,” bunyi keterangan BMKG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa tersebut dirasakan dengan intensitas hingga VII modified mercalli intensity (MMI). Pada skala tersebut, tiap&#45;tiap orang keluar rumah dan terjadi kerusakan ringan pada bangunan konstruksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BMKG mencatat guncangan VII MMI dirasakan di Aesesa, Nagekeo, Riung, Ngada, dan Kota Mbay. Adapun guncangan VI MMI dirasakan di Wolowae, Nagekeo, dan Kota Bajawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada skala VI MMI, getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan terkejut dan berlari keluar rumah. Sementara itu, guncangan V MMI dirasakan di Kota Ende, Kota Borong, dan Kota Ruteng. Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir semua penduduk dan banyak orang terbangun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain gempa utama, sejumlah gempa susulan juga tercatat setelah gempa M 7,7 tersebut. BMKG mencatat sejumlah aktivitas gempa di wilayah NTT pada pagi hari, termasuk gempa M 6,2 di sekitar 45 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dan gempa M 5,3 sekitar 51 kilometer barat laut Ruteng, Manggarai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, BMKG terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan kemungkinan tsunami berdasarkan observasi tinggi muka laut. BMKG juga akan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi,&quot; jelas BMKG dalam keterangannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah dengan status waspada dan siaga diminta mengikuti arahan evakuasi. Bagi masyarakat di wilayah berstatus waspada, BMKG meminta agar menjauhi pantai dan tepian sungai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BMKG mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs web BMKG, InaTEWS, aplikasi Info BMKG, dan WRS BMKG.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://celotehriau.com/assets/berita/original/94678063802-cakaplahcom_35wu8_139116.jpg"/><pubDate>Sat, 15 Aug 2026 08:47:00 +0700</pubDate><guid>https://celotehriau.com/detail/26137/gempa-m-77-di-ntt-picu-kerusakan-bangunan</guid></item><item><title>Ruko Toserba di Jalan Uka Pekanbaru Terbakar, Lantai Dua Hangus</title><link>https://celotehriau.com/detail/26136/ruko-toserba-di-jalan-uka-pekanbaru-terbakar-lantai-dua-hangus</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU (celotehriau.com) &#45; Kebakaran melanda lantai dua Toserba Safa di Jalan Uka, kawasan TPU Tampan, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, Jumat (14/8/2026) malam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.10 WIB. Petugas kemudian bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 20.20 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Petugas langsung melakukan pemadaman, melokalisir area yang terbakar, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan,&quot; kata Zarman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunan yang terbakar merupakan ruko dua lantai dengan ukuran sekitar 10 x 15 meter. Api menghanguskan bagian lantai dua seluas kurang lebih 5 x 5 meter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penanganan kebakaran tersebut, enam unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan rescue dikerahkan dari sejumlah pos. Petugas berhasil mencegah api merembet ke bangunan di sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zarman menyebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Bagian belakang bangunan yang berbatasan dengan perumahan serta ruko di sisi kiri dan kanan juga dilaporkan aman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sementara untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://celotehriau.com/assets/berita/original/91204952904-cakaplahcom_7zbdc_139115.jpg"/><pubDate>Sat, 15 Aug 2026 07:40:00 +0700</pubDate><guid>https://celotehriau.com/detail/26136/ruko-toserba-di-jalan-uka-pekanbaru-terbakar-lantai-dua-hangus</guid></item><item><title>DPKP Pekanbaru Catat 142 Kebakaran Sejak Awal Tahun 2026</title><link>https://celotehriau.com/detail/26135/dpkp-pekanbaru-catat-142-kebakaran-sejak-awal-tahun-2026</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (celotehriau.com)&lt;/strong&gt; &#45; Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru Zarman Candra menyebut, sebanyak 142 kejadian kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga 27 Juli 20226.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari jumlah tersebut, kebakaran bangunan menjadi kasus yang paling banyak ditemukan dengan 116 kejadian. Zarman mengatakan, kebakaran bangunan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan dua warga lainnya mengalami luka&#45;luka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, pihaknya juga mencatat 13 kejadian kebakaran lahan, sembilan kebakaran kendaraan, serta empat kejadian pemadaman di wilayah perbatasan dengan kabupaten tetangga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kebakaran bangunan mencapai 116 kejadian. Selain itu, tercatat 13 kebakaran lahan, sembilan kebakaran kendaraan, serta empat kejadian pemadaman di wilayah perbatasan dengan kabupaten tetangga,&quot; kata Zarman, Jumat (14/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Sebab, sebagian besar kejadian kebakaran yang terjadi dipicu oleh arus pendek listrik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain korsleting listrik, beberapa kejadian juga disebabkan ledakan kompor gas di rumah warga. Karena itu, masyarakat diminta memastikan instalasi listrik tetap aman serta mematikan kompor gas setelah selesai digunakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kondisi ini harus kita antisipasi dengan memastikan instalasi listrik berfungsi dengan baik. Jangan lupa mematikan kompor gas setelah digunakan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Zarman juga mengingatkan, warga agar segera melapor jika terjadi kebakaran melalui layanan darurat TRC Pekanbaru Aman 112. Dengan laporan cepat, petugas dapat segera melakukan penanganan untuk meminimalkan dampak kebakaran.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://celotehriau.com/assets/berita/original/8919588793-cakaplahcom_cs9ju_139093.jpg"/><pubDate>Fri, 14 Aug 2026 15:00:00 +0700</pubDate><guid>https://celotehriau.com/detail/26135/dpkp-pekanbaru-catat-142-kebakaran-sejak-awal-tahun-2026</guid></item></channel></rss>