Debat Publik Pertama, Ini Visi Misi 5 Paslon di Pilwako Pekanbaru

Sabtu, 09 November 2024 | 07:21:00 WIB

PEKANBARU – Lima pasang calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru mengikuti debat publik pertama yang diselenggarakan oleh KPU Kota Pekanbaru, Jumat (8/11/2024) malam di Ballroom SKA Co-Ex.

Adapun tema debat kali ini adalah Kesejahteraan Sosial, Ekonomi, Seni Budaya, dan Pengelolaan Lingkungan. Kelima Paslon masing-masing diberi waktu untuk menyampaikan visi misi mereka.

Paslon nomor urut 1 Muflihun-Ade Hartati Rahmat menekankan pada beberapa program lanjutan. Program tersebut telah dilakukan Muflihun selama menjabat Pj Pekanbaru.

"Selama 2 tahun kami diamanahkan Presiden sebagai Pj Wali Kota, ini menjadi momentum bagi kami untuk mengabdikan diri dan membangun kampung. Kami bertekad menyelesaikan masalah di Pekanbaru," kata Muflihun.

"Dengan ilmu pemerintahan yang similiki, ia akan meluncurkan program prioritas yang akan dilanjutkan, seperti berobat gratis dengan KTP, dokter on call, beasiswa bagi masyarakat kurang mampu, santunan kematian, serta bantuan untuk UMKM," katanya.

Sementata itu, Paslon nomor urut 2, Intsiawati Ayus-Taufik Arrakhman menekankan pada pemerintahan yang bersih.

"Kami memiliki arah pembangunan Kota Pekanbaru untuk 5 tahun ke depan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kami berkomitmen meningkatkan SDM, kemudoan melalui program BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah). Visi kami adalah mewujudkan Kota Pekanbaru yang bersih, sejahtera, dan bahagia, bebas dari penyimpangan, dengan pemerintahan yang bersih. Hanya dengan kebersihan dan integritas, kita bisa sejahtera. Kebutuhan sandang dan pangan terpenuhi, masyarakat Pekanbaru akan bahagia," papar Intsiawati Ayus.

"Kami tampil dengan pakaian kerja, siap bekerja dan siap bersih-bersih," tegasnya lagi.

Paslon nomor urut 3, Ida Yulita Susanti-Kharisman Risanda menekankan akan membawa Pekanbaru jadi kota yang Idaman.

"Sebagai anggota DPRD selama 10 tahun, kami sangat paham tentang Kota Pekanbaru. Kami bertekad menjadikan Pekanbaru kota yang indah dan asri. Kami akan mengubah sampah menjadi sumber daya, meraih kembali Adipura, menyediakan pendidikan gratis, menghapus sistem zonasi, menghapus pembayaran LKS, serta membuka lapangan kerja baru. Pekanbaru akan kami bawa menuju kesejahteraan," katanya.

Sementara, pasangan calon nomor urut 4, Edy Natar-Bibra menekankan pada pemerintahan yang agamis hingga bermartabat.

"Visi kami adalah menjadikan Pekanbaru sebagai kota agamis, unggul, dan bermartabat. Saat ini, Pekanbaru menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti jalan rusak, parkir semrawut, sampah di mana-mana, dan narkoba. Dengan pengalaman pemerintahan serta rekam jejak yang bersih dari korupsi dan masalah hukum, kami menawarkan diri untuk membawa Pekanbaru menjadi kota yang agamis dan bermartabat," katanya.

"Kami ingin masyarakat beragama dengan taat. Pekanbaru harus unggul dan memiliki pemimpin yang melindungi dan mengayomi," ulasnya

Sementara itu, paslon nomor urut 5, Agung Nugroho-Markarius Anwar akan membawa Pekanbaru yang berbudaya maju dan sejahtera.

"Selama ini kami telah mengunjungi lebih dari 500 titik dan menemui lebih dari 300 ribu masyarakat. Visi kami adalah Pekanbaru yang berbudaya, maju, dan sejahtera. Jika dilantik, hari itu juga kami akan menandatangani Perwako untuk menurunkan tarif parkir dari Rp2.000 menjadi Rp1.000. Kami juga akan segera memperbaiki jalan berlubang, siang maupun malam," katanya.

"Kami akan memastikan pemerataan pembangunan, seperti alokasi dana Rp100 juta per RW, menyediakan ponsel untuk RT/RW, serta menyediakan mobil antar jemput bagi masyarakat yang membutuhkan layanan rumah sakit. Kami adalah Wali Kota milenial, siap membangun Creative Hub agar anak-anak Pekanbaru bisa menghasilkan karya," tambahnya.

Terkini