Gencatan Senjata di Gaza, Houthi Yaman Sudah Stop Serang Israel

Jumat, 14 November 2025 | 07:14:00 WIB
Kelompok Houthi dari Yaman. (AP Photo/Osamah Abdulrahman)

CELOTEHRIAU - - Kelompok Houthi Yaman mengisyaratkan telah menghentikan serangan mereka terhadap Israel dan kapal-kapal di Laut Merah di tengah gencatan senjata yang masih belum stabil di Jalur Gaza.

Hal ini terungkap melalui surat tanpa tanggal dari Houthi kepada Brigade Qassam Hamas yang dipublikasikan secara daring, kelompok yang didukung Iran tersebut menyatakan pihaknya sedang memantau situasi di Gaza dan tak segan-segan akan melanjutkan operasi militer jika Israel memulai kembali pertempuran.

“Kami memantau perkembangan dengan saksama dan menyatakan jika Israel melanjutkan agresinya terhadap Gaza, kami akan kembali memulai operasi militer kami lebih dari Israel. Kami juga akan memberlakukan kembali larangan navigasi Israel di Laut Merah dan Laut Arab,” bunyi surat dari Kepala Staf Militer Houthi Mayor Jenderal Yusuf Hassan al-Madani, dilansir dari The Times of Israel, Kamis (13/11/2025).

Terkait pernyataan Houthi, hingga berita ini diturunkan, pasukan militer Israel yang sebelumnya melancarkan serangan balasan hingga menewaskan sejumlah pemimpin senior Houthi, belum menanggapi permintaan komentar dari AP News.

Kelompok Houthi diketahui mulai menyerang Israel dan jalur maritim pada November 2023, sebulan setelah pembantaian Hamas pada 7 Oktober 2023, yang memicu pecahnya perang di Gaza.

Houthi menembakkan lebih dari 130 rudal balistik, puluhan rudal jelajah, dan drone, termasuk serangan pada Juli 2024 yang menewaskan seorang warga sipil di Tel Aviv dan melukai beberapa orang lainnya. Serangan ini memicu serangan pertama Israel ke Yaman, yang sejauh ini telah dilancarkan 19 kali.

Sejak Hamas dan Israel sepakat memulai gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, Houthi mengeklaim tak ada serangan yang mereka luncurkan. Serangan rudal Houthi terakhir terhadap Israel dikabarkan diluncurkan pada 5 Oktober 2025 dan serangan drone terakhir pada 7 Oktober 2025.

Terkini