Pemulihan Aceh-Sumatera Dikebut, Akses Jalan-Air Bersih Jadi Prioritas

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11:00 WIB

CELOTEHRIAU -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama pemerintah saat ini adalah membuka dan memperkuat akses transportasi, memastikan ketersediaan air bersih dan energi, serta mendorong kembali aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari menegaskan pemulihan dilakukan melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga yang bekerja siang dan malam di lapangan. Sinergi melibatkan Komando Mandala Pembinaan (KMP), Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), TNI, pemerintah daerah, hingga PLN.

“Ini saatnya KMP, Polri, dan Kementerian PU bahu-membahu siang malam untuk memperluas dan memperbanyak jangkauan jalan yang sudah terhubung, dengan bantuan jembatan bailey maupun jembatan aramco,” ujar Abdul Muhari di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Jumat (2/1/2026).

Selain pemulihan akses jalan dan jembatan yang sempat terputus akibat longsor dan banjir, BNPB juga mempercepat normalisasi sungai sebagai langkah pencegahan bencana susulan. Hal ini sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan berintensitas tinggi di awal tahun.

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam rapat, Minggu (7/12/2025), untuk percepatan penanganan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mulai tentang tentang anggaran hingga layanan publik, guna membantu korban bencana tersebut. - (Antara/Antara)

“Penampang infrastruktur keairan di beberapa wilayah belum optimal, sehingga meskipun operasi modifikasi cuaca sudah ditingkatkan dengan sembilan pesawat—masing-masing provinsi tiga pesawat—tetap terjadi banjir dan longsor susulan,” jelasnya.

Normalisasi sungai dilakukan di sejumlah titik, termasuk Sungai Lawe di Aceh Tenggara. Sementara pembersihan wilayah terdampak terus berjalan di Aceh Tamiang, Langkahan Aceh Utara, dan Gayo Lues.

Pemulihan akses transportasi juga berdampak langsung pada distribusi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM). Abdul Muhari menyebut, jalur darat dari Bireuen dan Lhokseumawe menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah telah kembali terhubung dan diuji coba untuk distribusi BBM.

“Truk BBM sudah beberapa kali berhasil masuk lewat jalur darat. Namun, pada kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, kualitas jalan yang masih berupa pemadatan material longsoran tetap berpengaruh,” ujarnya.

Terkini