VENEZUELA - Perusahaan tambang Gold Reserve Ltd, ingin mengelola dua aset tambang emas dan tembaga di Venezuela pascainvaasi yang dilakukan minggu lalu.
Perusahaan tambang asal Amerika Utara itu sebelumnya mengoperasikan dua proyek utama, yakni Brisas dan Siembra Minera, sebelum aset tersebut disita pemerintah Venezuela pada era 2000-an hingga 2010-an.
Salah satu depositnya, Brisas, diperkirakan menyimpan sekitar 10 juta ons emas batangan dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar AS berdasarkan harga emas terkini.
Wakil ketua Gold Reserve, Paul Rivett, mengatakan situasi politik terbaru membuka peluang negosiasi baru bagi perusahaan. Ia mengaku menerima banyak panggilan dari perusahaan tambang lain yang tertarik menjalin kerja sama terkait pengembangan kembali aset tersebut.
“Kami akan melakukan suatu bentuk transaksi, entah itu berupa masuknya investasi ke perusahaan kami atau melalui kemitraan,” ujarnya seperti dilansir dari Mining.
“Syukurlah kami masih bisa mempertahankan para profesional pertambangan dan ahli geologi yang menemukan serta membuktikan cadangan ini bertahun-tahun lalu. Namun, mereka kini sudah berusia akhir 60 hingga 70 tahun. Yang kami butuhkan sekarang adalah ahli operasional,” paparnya.
Langkah Gold Reserve mencerminkan mulai bergeraknya minat investor dan perusahaan sumber daya alam terhadap potensi mineral Venezuela pascaperubahan politik.
Negara tersebut dikenal memiliki salah satu cadangan emas terbesar di Belahan Barat, namun selama bertahun-tahun pengembangannya dinilai tidak optimal.
Di bawah pemerintahan sebelumnya, sebagian besar tambang aktif di Venezuela dilaporkan dikuasai oleh kelompok kriminal dan perusahaan asing, sehingga menyulitkan investasi formal dan pengelolaan yang transparan. Proyek milik Gold Reserve disebut turut terdampak kondisi tersebut.
Optimisme pasar tercermin dari pergerakan saham Gold Reserve yang melonjak tajam di bursa Toronto pada awal pekan ini, seiring harapan pemulihan aset dan prospek bisnis jangka panjang.
Selain Gold Reserve, perusahaan tambang lain seperti Rusoro Mining juga menilai peluang memperoleh kompensasi atas aset yang pernah disita pemerintah Venezuela kini semakin terbuka. Perusahaan tersebut sebelumnya mengajukan gugatan arbitrase dengan nilai klaim miliaran dolar AS.
Perubahan politik ini juga memunculkan harapan baru bagi Gold Reserve terkait pembebasan penasihat hukumnya, José Ignacio Moreno Suarez, yang ditahan sejak 2023 dalam sengketa hukum dengan pemerintah Venezuela.
Perusahaan menyebut kasus tersebut sebagai bagian dari tekanan yang dialami selama konflik berkepanjangan dengan rezim sebelumnya.
Ke depan, potensi sumber daya mineral Venezuela diperkirakan kembali menjadi perhatian global, seiring meningkatnya kebutuhan emas dan mineral strategis di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.