PEKANBARU - Intensitas curah hujan yang tinggi pada awal tahun 2026 menyebabkan banjir masih kerap terjadi di sejumlah titik wilayah Rumbai, khususnya di kawasan pinggiran Sungai Siak, Kota Pekanbaru. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan pembuangan sampah secara liar yang menghambat aliran air.
Beberapa wilayah yang berada di bantaran Sungai Siak dilaporkan rutin terdampak genangan, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama. Salah satu kawasan yang terdampak adalah Meranti Pandak. Banjir di wilayah tersebut tidak hanya merendam jalan, tetapi juga meninggalkan tanah yang tetap basah meski air telah surut.
Sekretaris RT 01 RW 03 Meranti Pandak, Sapriandi, mengatakan banjir masih terjadi hingga beberapa hari terakhir.
Ia menyebutkan bahwa pengawasan dari pemerintah saat ini dirasakan mulai berkurang dibandingkan sebelumnya.
"Di sini masih banjir, tanahnya juga masih basah karena banjir kemarin. pemerintah sering meninjau dan mengontrol, termasuk soal sampah sembarangan. Sekarang ada, tapi hanya sesekali," ujarnya.
Ia berharap pemerintah lebih aktif melakukan pengawasan serta memberikan fasilitas yang layak saat warga terdampak bencana.
Keluhan serupa juga disampaikan warga di kawasan lain, tepatnya di sekitar Jembatan Leton. Ida, seorang pedagang di sekitar lokasi tersebut, mengatakan banjir masih sering terjadi meski ketinggian air tidak terlalu parah pada hari biasa.
"Kalau hujan biasa banjirnya tidak tinggi, tapi menghambat aktivitas. Kemarin banyak warga jatuh di situ. Kalau hujan lebat, airnya bisa lebih dalam," katanya.
Menurut warga, banjir di kawasan tersebut diduga terjadi akibat tingginya curah hujan dan naiknya permukaan air Sungai Siak. Kondisi jalan yang tergenang juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Warga Rumbai berharap pemerintah daerah lebih serius menangani persoalan banjir dengan melakukan perbaikan drainase dan pengawasan rutin.
Selain itu, masyarakat juga diimbau meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan di jalan maupun selokan guna mengurangi dampak banjir.