Bupati Siak Meradang, Nelayan Ngeluh Sungai Dicemari Limbah PT AIP

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:10:00 WIB

SIAK - Bupati Siak Afni geram dengan tindakan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Aneka Inti Persada (AIP) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kotogasib karena diduga mencemari lingkungan dengan membuang limbah ke sungai.

Kekesalan Afni bertambah dengan adanya keluhan masyarakat nelayan yang hidup di bantaran sungai di Kotogasib karena aktifitasnya mencari ikan terganggu dengan limbah perusahaan tersebut.

"Saya turun langsung setelah menerima banyak laporan dari nelayan di Kotogasib yang kehilangan ikan dan air tercemar, ternyata ini bukan kejadian pertama kali. PT AIP wajib bertanggungjawab," kata Afni dalam postingan di akun resmi media sosialnya, Senin (9/2/2026).

Ia mengatakan, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau telah menjatuhkan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah dan denda kepada PT AIP atas pelanggaran pengelolaan lingkungan hidup.

Afni mengungkap, perusahaan ini diduga membuang air limbah di luar titik penaatan karena kelalaian di mana air limbah dari flatbet jebol yang mengakibatkan adanya air limbah larian (run off) yang masuk ke sungai Pingai.

Selain itu, kata Afni dalam postingan Fecabooknya, perusahaan dengan luas area kerja mencapai 11 ribu hektare ini diketahui tidak melaksanakan kewajiban dalam perizinan berusaha terkait persetujuan lingkungan, sehingga air sungai Pingai melampaui baku mutu.

Terkait ini, Bupati Siak menyampaikan ada beberapa tuntutan dari masyarakat yang dilayangkan kepada pihak perusahaan di antaranya PT AIP harus melakukan pembersihan gulma di sungai Gasib sepanjang 8 km, penaburan benih ikan di sungai Gasib dengan rincian Gurami 1000 ekor, Patin 7000 ekor, Baling 3000 ekor, dan PT AIP memberikan kompensasi kepada 45 KK yang terdampak pencemaran lingkungan selama 12 bulan.

"Kita kawal bersama pelaksanaan sanksi dan pemenuhan tuntutan warga. Siak butuh investasi yang sehat dan mensejahterakan rakyat. Bukan sebaliknya," tegasnya.

Terkini