SIAK, Celotehriau.com - Ratusan pemuda yang bersuku Melayu di Kecamatan Tualang mengggelar silahturahmi dengan berbagai tokoh di Kecamatan yang berjuluk Kota Industri Perawang di gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak Riau, Sabtu 9 Mei 2026.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Camat Tualang, Mursal, S,Sos, Ketua LAMR Tualang yang diwakili oleh Zulkifli selalu tokoh masyarakat, perwakilan tokoh agama dan juga seratusan pemuda bersuku Melayu dari berbagai Kampung di Kecamatan Tualang.
Duduk bersila sembari bermusyawarah yang disebut 'Duduk Beunding' itu diinisiasi oleh ketua komunitas Gabungan Anak Melayu Tualang (Gayung) Muhammad Wahyudi S, IP, dengan tujuan menyatukan seluruh pemuda dan pemudi Melayu di Kecamatan Tualang dalam menjaga Marwah dan kebersamaan di Kampung Halaman.
"Gayung ini merupakan wadah silahturahmi kami putra putri Melayu yang berasal dari Kecamatan Tualang. Gayung ini pun lahir dari ide dan pemikiran anak-anak melayu Tualang yang ingin menyimpulkan berbagai pemikiran putra putri melatu menjadi satu di dalam wadah persatuan," ungkap Wahyudi.
Pemuda yang kerap disapa Yudi itu juga mengatakan, Gayung dikonsepkan sejak 2 tahun lalu bermula dari berbagai keluhan putra-putri Melayu di Tualang yang mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan di kampung halaman yang sangat dikenal sebagai Kota Industri Perawang.
Ia menyebut, minimnya ruang komunikasi dan wadah silahturahmi sesama anak Melayu di Kecamatan Tualang membuat lahirnya Komunitas Gayung.
"Kampung halaman kami ini sangat kaya, kaya sumber daya alamnya, dan kaya akan sumber daya manusianya. Kendati demikian, masih banyak Putra putri Melayu di kampung halaman kami ini yang sulit mendapatkan pekerjaan dan ruang komunikasi dalam menyampaikan keluhan sosial, sehingga kami sepakat membentuk Gayung ini," terangnya.
Selain itu, lanjutnya mengatakan, terbentuknya Gayung juga merupakan langkah nyata Putra Putri Melayu Tualang dalam melestarikan kebudayaan dan kesenian melayu serta menjaga harkat, martabat, dan marwah melayu.
"Kami Putra Putri Melayu Tualang ingin membuktikan, bahwa Putra Putri Melayu adalah Putra Putri yang ramah, tidak merasa tinggi, tidak pula merasa rendah, kami tau cara menghormati dan pandai menempatkan diri, tapi jangan jangan jadikan kami putra putri Melayu di Tualang ini menjadi tamu di Kampung kami sendiri," tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh anak-anak Melayu dari berbagai Kampung di Kecamatan Tualang untuk bergabung di Gayung, agar persatuan dan kesatuan putra putri Melayu Tualang terus terjaga.
"Kami buka pintu selebar-lebarnya, bagi siapapun putra putri Melayu di Kecamatan Tualang ini yang ingin bergabung bersama kami, kami siap bergandengan tangan bersatu padu agar tidak terasing di kampung sendiri," pungkasnya.