Dokter Ingatkan Pentingnya Pencegahan HIV Sejak Usia Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 | 09:19:00 WIB

CR - Kasus HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya di kalangan generasi muda. Selain jumlah kasus yang terus bertambah, masih banyak masyarakat yang minim pengetahuan tentang cara penularan maupun pencegahan penyakit tersebut.

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi (kulit dan kelamin) dr. Puridelko Kampar, Sp.DV, mengatakan bahwa HIV dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda. HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS adalah tahapan lanjut ketika daya tahan tubuh seseorang telah mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“HIV itu virusnya, sementara AIDS adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah sehingga rentan terhadap berbagai penyakit,” ujarnya.

Menurut dr. Puridelko, salah satu persoalan yang sering ditemukan adalah minim nya pemahaman masyarakat mengenai HIV. Banyak orang yang masih beranggapan bahwa HIV dapat menular melalui kontak sosial sehari-hari, padahal anggapan tersebut tidak benar.

HIV hanya dapat menular melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya. Sebaliknya, HIV tidak menular melalui salaman, makan bersama, menggunakan toilet yang sama, maupun kontak sosial sehari-hari lainnya.

Ia juga menekankan bahwa Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat meningkatkan risiko seseorang tertular HIV. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku berisiko.

“Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV secara total. Namun dengan terapi Antiretroviral (ARV), virus dapat ditekan sehingga penderita tetap bisa hidup sehat dan produktif,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS sekaligus menghilangkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Kita harus menjauhi penyakitnya, bukan orangnya. Pencegahan dan edukasi adalah langkah terbaik untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar,” tutupnya.

Terkini