PEKANBARU, celotehriau.com - Ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (17/6/2026) siang.
Mereka datang dengan berbagai tuntutan, mulai dari mencabut UU Polri, hentikan kenaikan BBM hingga stop pemborosan APBN.
Bismi, salah seorang mahasiswa dalam orasinya menyampaikan, mahasiswa hadir di depan Gedung DPRD Riau untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam orasinya, UU Polri dapat disahkan hanya dalam waktu 20 hari, sementara UU perampasan aset tak kunjung diselesaikan.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak untuk menghentikan kenaikan harga BBM. Serta meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dievaluasi total.
Kemudian meminta agar Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dihentikan. Menghentikan militerisme seluruh wilayah dan sektor sipil.
Mereka juga meminta evaluasi Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menko Perekonomian, dan Menteri HAM. Selanjutnya mahasiswa juga menyuarakan agar pemerintah menghentikan pemborosan APBN dan evaluasi kebijakan yang menindas rakyat.
Aksi demontrasi ini diawali dengan Salat Zuhur berjemaah di depan Gerbang Masuk DPRD Riau. Aksi sempat berjalan kondusif. Namun saat orator meneriakkan "Reformasi" massa aksi maju dua langkah dan mendesak pihak kepolisian yang berjaga untuk mundur.
Karena desakan tersebut, mahasiswa dan pihak kepolisian yang menjaga pintu gerbang DPRD Riau sempat terjadi saling dorong. Akibatnya, satu orang mahasiswa tampak cidera di bagian kaki, dan langsung dibawa keluar dari barisan aksi.
Saat ini, aksi kembali berjalan kondusif dan orator dari masing-masing fakultas di UR terus menyuarakan aspirasi mereka.