PGN Kembangkan CBM Tanjung Enim 9,7 TCF untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional ---

Senin, 06 Juli 2026 | 15:20:04 WIB
Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman (tengah) didampingi jajaran direksi PGN, Direktur Utama Arief K. Risdianto (kanan) serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta (kiri), meninjau SPG Pagardewa, Jum

PAGARDEWA, celotehriau.com  – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mempercepat optimalisasi sumber gas domestik non-konvensional guna memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Coalbed Methane (CBM) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan potensi mencapai 9,7 TCF _Original Gas in Place_ (OGIP) atau setara nilai sekitar US$15,4 miliar, berdasarkan data Ditjen Migas KESDM.

PGN menilai CBM Tanjung Enim memiliki nilai strategis sebagai opsi diversifikasi pasokan gas untuk industri dan pembangkit listrik. Dari sisi teknis dan komersial, PGN telah menyiapkan skema pemanfaatan dengan target penyaluran bertahap, mulai 1 MMSCFD hingga 25 MMSCFD.

Komitmen itu mendapat dukungan langsung dari Kantor Staf Presiden. Jumat (3/7/2026), Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman meninjau Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa. Turut hadir Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, Sekda Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, Sekda Muara Enim Ir. Yulius, http://M.Si., serta Anggota DPRD Muara Enim Jonidi, S.H.

KSP menegaskan percepatan proyek CBM menjadi prioritas nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi domestik dan mengurangi ketergantungan impor energi. Meski sejumlah aspek administrasi seperti penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masih harus diselesaikan, seluruh pemangku kepentingan sepakat mempercepat proses sesuai regulasi.

“PGN mengapresiasi dukungan KSP dalam mendorong penyelesaian hambatan lintas sektor. Kami siap menjadi penghubung antara sumber pasokan gas dengan pengguna, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto.

Selain CBM, PGN juga menjajaki potensi biomethane dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Ketiga sumber ini dinilai besar potensinya di Sumatera Selatan. Untuk itu, PGN membangun infrastruktur _injection point_ sebagai titik pengumpul gas dari berbagai sumber sebelum dialirkan ke pipa transmisi yang ada.

Integrasi infrastruktur pipa dan non-pipa menjadi kunci efektivitas penyerapan energi. Dengan jaringan dan pengalaman yang dimiliki sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN siap mengawal kebijakan pemerintah dari Muara Enim dan Pagardewa untuk menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, dan memberi dampak ekonomi luas bagi daerah.***

-

Terkini